Blog Grup Pedoman Rakyat

Rabu, 24 Desember 2008

Puisi-puisi Nursam di Harian Pedoman Rakyat



keterangan gambar: Nursam (kiri) foto bersama Nur Alim Jalil (Redaktur Seni-Budaya Harian Fajar, Makassar)

Puisi-puisi Nursam
(yang pernah dimuat di harian Pedoman rakyat)


Suara Hati Seorang Da’i
[Pedoman Rakyat. Minggu, 3 Februari 2002]

seruan da’wah indah terdengar
membangkitkan hati yang sedang terkapar
sedang saat itu hari telah malam
malam, dimana aku mencari ketenangan alam
namun...
hatiku
jiwaku
dan seluruh jazadku
bertekad mendengar nyanyian da’wah
membesarkan umat lewat da’wah
demi tegaknya asma Allah


Noda dan Dosa
[Pedoman Rakyat. Minggu, 3 Februari 2002]

aku penuh noda
aku masih menampung limbah dosa
hendak kubersihkan
namun apa yang mesti kugunakan?
kucoba dengan sabun keimanan
namun noda itu tetap melekat di dada
kucoba dengan sapu keikhlasan
namun limbah dosa masih menumpuk adanya
kucoba dan tetap kucoba
namun apa hendak dikata
tiada daya aku menghindar
noda dan dosa tetap menyebar
Makassar, Agustus 2000

TUKANG KORAN*
[Pedoman Rakyat. Minggu, 7 Juli 2002]
saat malam telah usai
sebelum mentari mengintip bumi
sang alam menghembuskan angin deras
serta awan-awan terhempas

saat itu cuaca teramat dingin
menggigillah tubuhku
suara azan terbawa angin
menghangatkan jiwaku
akupun berwudhu
mengendarai sobat setiaku
menuju sumber suara itu

setelah melaksanakan kewajiban
kuantar lembaran milik pelanggan
dan menjual lembaran eceran
kulintasi tiap lorong penghidupan
kugapailah rezki di jalan

kini kusadari
setiap rezki
adalah karunia Ilahi

[Pedoman Rakyat, 10 Maret 2002]
NASIB MALANG
hujan deras mengguyur
menghunjam di antara lahan-lahan subur
air bah meluap
hasil alam pun turut dilahap

sungguh malang nasib pak taniku
tak berdaya oleh bencana yang membelenggu
dilihatnya kebun
padi dan jagung hanyut tertimbun

dilihatnya tambak
ikan dan udang lenyap tak tertebak
dipandanginya rumah
semua roboh oleh badai menerpa
dipandanginya anak dan istri
mereka tenggelam dan mati

itulah sebab
muncul tanya tiada jawab
mengapa pak taniku menanggung beban berat
padahal merekalah penyedia pangan rakyat
mengapa pejabat kotor menuai nikmat
padahal merekalah pemeras uang rakyat

kini...
pak taniku duduk di antara tenda-tenda pengungsi
termenung lesu sambil menggendong kisah sedih
mengharap welas asih
menanti pertolongan Ilahi
Januari 2002

Name : Nursam
Address : Jl. Serka Munir No.51 Karuwisi, Makassar, Sulawesi Selatan 902323, Indonesia
Phone : 0411-439306, 085299964946
Blog : http://muhnursam.multiply.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar