Ahad, 22 Juli 2007
Wapres Jusuf Kalla
Tersinggung
MAKASSAR, (PEDOMAN
RAKYAT). Wakil Presiden (Wapres), HM Jusuf Kalla,
mengakui bahwa dirinya merasa tersinggung terhadap adanya penerapan Peraturan
Daerah (Perda) Syariat Islam karena akan membuat masyarakat taat menjalankan
syariatnya hanya karena perda yang dibuat pemerintah setempat.
“Kita
diperintahkan untuk menjalankan Syariat Islam, taat kepada Allah dan RasulNya
sementara Perda Syariat Islam seolah-olah memerintahkan kita untuk taat
menjalani Syariat Islam berdasarkan perintah pemerintah,” ujarnya saat membuka
Muktamar I Wahdah Islamiyah di Mesjid Al-Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf
Makassar, Ahad, 22 Juli 2007.
Wapres Kalla
mengatakan, Perda Syariat Islam membuat masyarakat menjadi khawatir bahkan
takut ditahan atau diberikan hukuman karena tidak menjalani atau salah
menerapkan Syariat Islam sebagaimana ketentuan Perda tersebut.
Dalam kehidupan
sehari-hari, kata pendiri dan Ketua Yayasan Al-Markaz Al Islami Jenderal M
Jusuf itu, manusia telah diwajibkan untuk menjalankan ajaran agamanya dan
diperintahkan untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
Dalam pembukaan
Muktamar I Wahdah Islamiyah itu, Kalla beberapa kali menekankan pentingnya
pendidikan terhadap seluruh anak bangsa sebab tanpa pendidikan bangsa ini akan
ketinggalan, demikian pula halnya dengan umat Islam akan tergilas dengan waktu
sebab penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam.
Di bagian lain
sambutannya, Wapres Kalla juga mengaku bangga dengan adanya beberapa kelompok
jamaah Islam di beberapa daerah seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah,
As`Adiyah, Al-Khaerat maupun Darul Dakwah Islamiyah (DDI) yang aktif berdakwa.
Hal itu, menurut
dia, menunjukkan kekuatan orientasi dakwah dan menambah jaringan lembaga dakwah
di seluruh Indonesia. Selain itu, sejumlah kelompok jamaah Islam ini juga,
merupakan dasar keummatan dalam membentuk moral/perilaku generasi bangsa yang
diharapkan bisa memajukan dan menjadikan Indonesia sebagai bangsa dan negara
yang kuat.
Seusai membuka
Muktamar I Wahdah Islamiyah yang akan merintis sekolah/pesantren penghafal
Alquran pada tahun 2011 ini, Wapres Kalla sempat mengunjungi Kantor Yayasan Al
Markaz Al Islam Jenderal M Jusuf selama 15 menit untuk selanjutnya menuju ke
rumah jabatan Gubernur Sulsel, HM Amin Syam guna meresmikan Kongres I Bahasa
Daerah Sulsel. (ant)
(Dimuat di harian
Pedoman Rakyat, Makassar, Selasa, 23 Juli 2007, headline di Halaman I)

manatap daeng
BalasHapussaya setuju dgn pernyataan ketersinggungan pak JK..
btw ntar kalo mo nulis opini boleh lewat daeng Asnawin kan?
Ok, silakan
BalasHapus