Minggu, 12 Juli 2009

Pintu Masuk Pertama Wisatawan


SARANA PEMBELAJARAN. Museum La Galigo yang terdapat di Kompleks Benteng Rotterdam Makassar, tidak lagi hanya memamerkan warisan budaya, sejarah, serta spesimen flora dan fauna, melainkan sudah dikembangkan menjadi instrumen pendidikan yang sangat berkesan atau menjadi sarana pembelajaran kepada masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa. (dok pribadi)



------
Dari Acara Sosialisasi Museum (Bagian 1):


Pintu Masuk Pertama Wisatawan



Museum pada awal pendiriannya hanya berfungsi sebagai lembaga penumpukan koleksi benda-benda arkeologi, bahan-bahan etnografi, dan kadang juga mengoleksi spesimen flora dan fauna.

Namun dalam perkembangannya kemudian, museum tidak lagi memamerkan warisan budaya, sejarah, serta spesimen flora dan fauna, melainkan sudah dikembangkan menjadi instrumen pendidikan yang sangat berkesan atau menjadi pembelajaran kepada masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa.

Selain itu, museum juga telah menjelma menjadi sarana rekreasi bagi masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara. Masyarakat bisa membawa keluarganya, para guru bisa membawa murid-muridnya, serta pimpinan instansi/perusahaan bisa membawa karyawannya untuk berekreasi di museum.

Demikian informasi dan pendapat yang mengemuka pada acara Sosialisasi Museum yang diikuti puluhan pengelola museum dan guru se-Sulsel, di Aula Museum La Galigo Benteng Ujungpandang, Kamis (28/6).

Acara dibuka Kadisbudpar Sulsel diwakili Wakadis Drs Ama Saing, dan dihadiri Kepala UPTD Museum La Galigo Disbudpar Sulsel, Dra Hj Sugiarti Alwie MSi.

Panitia menampilkan tiga pembicara, yakni Edward L Poelinggomang (Museum dalam Pengembangan Pendidikan Formal di Sulsel), Muh Yamin Data (Museum sebagai Sarana Pendidikan), dan Masrury Hamusta (Konservasi dan Preparasi Museum).

Melintasi Kurikulum

Badan museum internasional (ICOM) merumuskan pengertian museum sebagai ''suatu institusi permanen yang tidak mengais keuntungan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan dalam perkembangannya, terbuka untuk publik yang bergiat mengumpulkan, mengonservasi, menginterpretasikan, mengomunikasikan, dan memamerkan bukti-bukti material dari produk manusia dan lingkungan untuk kepentingan belajar, pendidikan, dan penikmatan.'' (Mohm Yuszaidy, dkk, 2005: 291).

''Jadi museum juga melakukan studi atas koleksinya, menginterpretasikannya, dan menyebarkan ilmu pengetahuan,'' kata Edward L Poelinggomang.

Dia mengatakan, museum berfungsi sebagai pintu masuk pertama dari para wisatawan, baik wisatawan mancanegara, maupun wisatawan domestik, karena menyimpan informasi dan pengetahuan secara ringkas tentang negara dan daerah.

Museum La Galigo di Benteng Ujungpandang (Fort Rotterdam) misalnya, kata Edward, menyimpan bukti material Perang Makassar (1666-1667, 1668-1669), bahkan Benteng Ujungpandang yang dijadikan lokasi lembaga museum itu juga bisa menjadi bukti material peninggalan sejarah dan budaya Kerajaan Makassar. (asnawin/pr)

Keterangan:
-- Tulisan ini dimuat di Harian Pedoman Rakyat, Makassar, Senin, 2 Juli 2007.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar