Minggu, 12 Juli 2009

Koleksi Museum Harus Dirawat dan Diteliti


BENDI ini merupakan salah satu koleksi yang ada di Museum La Galigo, Benteng Ujungpandang, Makassar. Koleksi adalah benda mati, tetapi benda itu akan hidup bila dikelola dengan baik oleh kuratornya. Benda itu akan berbicara tentang dirinya dan tentang manusia pendukungnya. (int)




------ 

Dari Acara Sosialisasi Museum (Bagian 2):


Koleksi Museum Harus Dirawat dan Diteliti



''Alangkah janggalnya bila pengunjung dari luar lebih banyak mengetahui tentang daerah kita sendiri dibanding penghuni daerah ini, yang mengetahui melalui lembaga (museum, red) yang disediakan sendiri. Karena itu diharapkan agar semua lembaga pendidikan yang berada di daerah ini dapat memanfaatkan lembaga yang disediakan untuk melayani kepentingan publik sebagai sumber pembelajaran ini,'' tutur Edward L Poelinggomang.

Proses pembelajaran yang diterapkan pada museum antara lain menempatkan pada galeri, koleksi bukti material sejarah dan budaya, pemandu memberikan penjelasan kepada pengunjung, pemandu melakukan manipulasi dalam bentuk latihan untuk membangun daya kognitif pengunjung, mengadakan pameran.

''Keunikan dari proses pembelajaran di museum adalah sifatnya yang melintasi kurikulum sekolah. Museum juga bisa menyediakan perpustakaan, ruang baca, ruang komputer yang dilengkapi web dan homepage, serta mencetak buku-buku kecil yang berkaitan dengan koleksi dan kegiatannya,'' papar Edward.

Sejarah Museum

Muhammad Yamin Data yang tampil membawakan materi berjudul Museum sebagai Sarana Pendidikan, mengatakan, museum di Eropa pada mulanya merupakan museum pribadi dari para raja atau orang-orang kaya dan tidak dibuka untuk umum.

''Museum seperti itu diberi nama Cabinet of Curiosities,'' sebutnya.

Museum modern seperti sekarang ini, katanya, pendiriannya mula-mula dirintis oleh Dr Von Sibold, seorang doktor yang pernah bertugas di Pulau Desima, Jepang. Ia mendirikan sebuah museum di Leiden, Belanda pada 1837 dan diberi nama Ryks Museum serta terbuka untuk umum.

Di Indonesia, kata Yamin, museum pertama yang dibangun pada 1778 dan sampai saat ini masih berfungsi yaitu Museum Bataviaasch Cenootschap yang kini berganti nama menjadi Museum Nasional Depdikbud Republik Indonesia.

Di Sulsel, museum pertama adalah Museum La Galigo yang secara resmi beroperasi pada 1970.

Fungsi Museum

International Council Of Museum (ICOM) atau Badan Museum Internasional menegaskan sembilan fungsi museum (Nawa Darma), yaitu tempat pengumpulan dan pengamanan warisan budaya dan alam, tempat dokumentasi dan penelitian ilmiah, tempat konservasi dan proparasi, media penyebaran dan peralatan ilmu untuk umum, tempat pengenalan dan penghayatan kesenian, visualisasi warisan budaya dan alam, media perkenalan budaya antardaerah dan antarbangsa, cermin pertumbuhan dan peradaban umat manusia, serta pembangkit rasa bertakwa dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Benda-benda yang disimpan di museum, kata Yamin, harus memenuhi beberapa persyaratan, yakni bernilai budaya dan ilmu pengetahuan, bernilai sejarah, dapat diidentifikasi, bernilai seni, serta dapat dijadikan monumen mewakili zamannya.

''Benda-benda yang berhasil dikumpulkan sesuai persyaratan, harus melalui perawatan dan pengawetan agar tidak rusak atau musnah,'' tandasnya. (asnawin/pr)

Keterangan:
-- Tulisan ini dimuat di Harian Pedoman Rakyat, Makassar, Selasa, 3 Juli 2007.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar