Pedoman Rakyat Terbit Lagi?

Pedoman Rakyat Terbit Lagi?

Saat menghadiri sebuah acara di salah satu hotel, kebetulan saya membawa tabloid Pedoman yang diterbitkan oleh beberapa mantan wartawan harian Pedoman Rakyat. Saat mengeluarkannya dari dalam tas laptop, seorang teman tiba-tiba berteriak.

"Pedoman Rakyat terbit lagi? Kenapa ukurannya jadi kecil?," tanyanya sambil meraih tabloid tersebut.

Saya kemudian menjelaskan bahwa tabloid tersebut hanya menggunakan nama Pedoman dan tidak pakai Rakyat, tetapi bukan harian Pedoman Rakyat yang dulu. Tabloid Pedoman terbit mingguan.

"Tetapi teman-teman memakai karakter huruf yang sama dengan karakter huruf harian Pedoman Rakyat," jelas saya.

"Eh, kenapa bisa Pedoman Rakyat mati?" tanyanya lagi.

"Wah, kalo itu panjang ceritanya," jawsab saya.

Pertanyaan itu sudah sering diajukan orang kepada saya. Kalau cukup waktu dan situasinya memungkinkan, maka biasanya saya akan menjelaskan, tetapi lebih sering saya hanya memberikan senyuman.

Komentar

Pos populer dari blog ini

Kode Etik Jurnalistik PWI (Persatuan Wartawan Indonesia)

Mengenang Tiga Tahun Wafatnya Pedoman Rakyat