Senin, 24 Oktober 2011

Kronik 42 Tahun Khadafi di Tampuk Kekuasaan


Muammar Khadafi adalah seorang pemimpin yang kontroversial. Ia menjadi salah satu ikon anti Amerika serikat (AS) atau barat. Namun, di sisi lain, Khadafi merupakan sosok diktator, khususnya bagi rakyat Libya. Selama 42 tahun, Kolonel Khadafi memusatkan kekuasaan di tangannya. Selama itu pula, banyak peristiwa-peristiwa penting yang menjadi tonggak perjalanan politik Khadafi baik di dalam negeri maupun luar negeri.





-----------



Kronik 42 Tahun Khadafi di Tampuk Kekuasaan 


Irwan Nugroho - detikNews

Senin, 24/10/2011
http://www.detiknews.com/read/2011/10/24/033953/1750621/1148/kronik-42-tahun-khadafi-di-tampuk-kekuasaan?n991102605

Tripoli - Muammar Khadafi adalah seorang pemimpin yang kontroversial. Ia menjadi salah satu ikon anti Amerika serikat (AS) atau barat. Namun, di sisi lain, Khadafi merupakan sosok diktator, khususnya bagi rakyat Libya.

Selama 42 tahun, Kolonel Khadafi memusatkan kekuasaan di tangannya. Selama itu pula, banyak peristiwa-peristiwa penting yang menjadi tonggak perjalanan politik Khadafi baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Berikut kronik kekuasaan pria yang diujuluki "Anjing gila dari Timur Tengah" oleh mantan Presiden AS Ronald Reagan itu:

1969 - Khadafi yang saat itu berusia 27 tahun melakukan kudeta tak berdarah atas Raja Idris.

1980 - Terjadi demonstrasi di Kedutaan Besar AS di Tripoli.

1981 - Pesawat tempur AS menembak jatuh dua jet milik Libya di Teluk Sirte, yang diklaim Libya sebagai wilayah perairannya.

April 1984 - Sebuah tembakan meletus dari dalam Kedubes Libya di London saat terjadi demonstrasi anti Khadafi. Seorang perwira polisi Inggris Yvonne Fletcher tewas. Inggris langsung memutus hubungan diplomatik dengan Libya. Khadafi baru meminta maaf atas pembunuhan itu pada Oktober 2009.

Januari 1986 - Presiden AS Ronald Reagan memerintahkan penghentian hubungan ekonomi dengan Libya serta membekukan aset Libya di AS.

--April - Libya disalahkan dalam peristiwa pembomam di Berlin Barat yang menyebabkan 3 warga negara AS tewas.

--April - sebagai balasan, jet tempur AS membombardir Tripoli, Benghazi, dan rumah Khadafi. Libya menyatakan lebih dari 40 orang tewas akibat serangan itu, termasuk anak perempuan yang diadopsi Khadafi.

Desember 1988 - Pesawat Pan Am dengan penerbangan 103 rute London-New York meledak saat melintas di langit Lockerbie, Skotlandia. Khadafi dituding terlibat dalam peristiwa yang menewaskan 270 orang itu.

September 1989 - Bom kembali meledak di sebuah pesawat Prancis dan menewaskan 170 orang. Pada tahun 1999, Prancis menyidangkan enam WN Libya secara in absentia, tapi Tripoli menyangkal tanggung jawab.

September 2003 - Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mencabut sanksi yang diberlakukan kepada Libya pada tahun 1992 setelah Libya bertanggung jawab untuk pemboman Lockerbie.

--Desember - Libya meninggalkan program senjata pemusnah massal yang selama ini ditutup-tutupi. Khadafi juga mengizinkan badan tenaga atom internasional untuk menyelidiki senjata pemusnah massal tersebut.

Januari 2004 - Delegasi konggres AS berkunjung ke Libya untuk pertamakalinya sejak Khadafi berkuasa.

--Maret - Perdana Menteri Inggris Tony Blair juga bertemu Khadafi.

Mei 2006 - AS menyatakan akan memulihkan hubungan diplomatik dengan Libya.

Agustus 2008 - Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi menandatangani kesepakatan di Benghazi. Italia menyatakan akan membayar 5 miliar dollar sebagai kompensasi untuk kejahatan kolonial.

--September - Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice menemui Khadafi di Tripoli. Ini merupakan kunjungan Menlu AS pertama sejak 1953.

Juni 2009 - Khadafi membuat kunjungan kontroversial ke Italia sebagai negara yang pernah menduduki Libya. Bulan berikutnya, Khadafi berjabat tangan dengan Presiden AS Barack Obama dalam pertemuan G8 di Italia.

17 Februari 2011 - Kalangan oposisi di Libya menetapkan tanggal itu sebagai hari kemarahan rakyat setelah terjadinya kerusuhan di Benghazi.

--22 Februari - Khadafi menantang para martir Libya dan bersumpah akan menghancurkan pemberontak yang ingin menggoyang kekuasaanya selama 4 dekade di Libya.

--26 Februari - Dewan Keamanan PBB memberlakukan saksi kepada Khadafi dan keluarganya.

--5 Maret - Dewan Transisi Nasional atau The rebel National Transitional Council (NTC) dinyatakan berdiri di Benghazi.

--17 Maret - Dewan Keamanan PBB memberlakukan zona larangan terbang (no-fly zone) dan melakukan operasi militer untuk melindungi warga sipil Libya dari pasukan Khadafi.

--16 September Dewan Keamanan PBB mengakui NTC.

--20 Oktober - Khadafi ditangkap dan dibunuh oleh pasukan NTC di kampung halamannya di Sirte.

Sumber: reuters, Minggu (23/10/2011)
(irw/asp) 

----------

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar