Blog Grup Pedoman Rakyat

Senin, 10 Agustus 2009

Jupriadi Asmaradhana Menerima Anugerah Udin Award 2009



Jupriadi Asmaradhana Menerima Anugerah Udin Award 2009

Jakarta, 6 Agustus 2009. Koordinator Koalisi Jurnalis Tolak Kriminalisasi Pers Makassar, Jupriadi Asmaradhana, ditetapkan sebagai penerima anugerah Udin Award 2009.

Dewan Juri menilai Jupriadi Asmaradhana layak mendapat anugerah tersebut karena mengalami kekerasan yaitu jeratan pasal-pasal pencemaran nama, akibat aktivitasnya dalam membela kebebasan pers di Makassar.

Jupriadi menentang kriminalisasi pers dengan membentuk Koalisi Jurnalis Tolak Kriminalisasi Pers, yang terdiri dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Makassar, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar, dan Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Makassar.

Salah satu aktivitas koaliasi adalah memprotes pernyataan Irjen Polisi Sisno Adiwinoto, Kepala Polda Sulawesi Selatan dan Barat waktu itu, yang menganjurkan agar pejabat setempat tidak ragu-ragu mempidanakan jurnalis yang mereka nilai salah.

Sebagai respon atas pernyataan itu, koalisi melakukan unjuk rasa dan mengadukan Irjen Sisno ke Markas Besar Kepolisian. Namun, tindakan itu justru dihadapi dengan jeratan hukum terhadap Jupriadi Asmaradhana, koordinator koalisi.

Selama menjalani proses hukum, Jupriadi terus mempertahankan pendapatnya yang menentang kriminalisasi terhadap pers. Koalisi yang ia pimpin terus aktif mencari dukungan publik guna menghapuskan kriminaliasi pers.

Saat ini, Jupriadi telah menjalani persidangan di Pengadilan Makassar dan tengah menunggu vonis.

Jupriadi Asmaradhana, akrab dipanggil Upi Asmaradhana, lahir di Makassar pada 1 Juli 1974. Saat ini ia bekerja sebagai kontributor Astro TV, sebuah perusahaan televisi berbayar. Sebelumnya, alumni jurusan Ilmu Jurnalistik Universitas Hasanuddin, Makassar, ini pernah menjadi kontributor Metro TV.

Dewan Juri Udin Award 2009 terdiri dari Imam Wahyudi (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia), Ezky Suyanto (Aliansi Jurnalis Independen) dan Bayu Wicaksono (Lembaga Bantuan Hukum Pers). Dewan juri bekerja berdasarkan masukan publik dan melakukan penelusuran latar belakang calon penerima.

Anugerah Udin Award adalah penghargaan tahunan dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Penghargaan khusus bagi jurnalis ini untuk menghormati Muhammad Fuad Safruddin alias Udin, jurnalis harian Bernas, Yogyakarta, yang dibunuh akibat laporannya mengenai korupsi pada tahun 1996.

Ada tiga kriteria bagi jurnalis untuk mendapat penghargaan ini, yaitu : (1) jurnalis tersebut menjadi korban kekerasan terkait pekerjaannya, (2) memiliki komitmen dan integritas untuk membela kebebasan pers, dan (3) terbukti telah mendedikasikan dirinya untuk tugas-tugas jurnalistik secara profesional dan menjunjung kode etik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar