Pesan Ramadhan Presiden Obama



Pesan Ramadhan Presiden Obama

Yayat Suratmo
Published 08/22/2009 - 5:38 a.m. GMT
Email: Info@KabariNews.com
www.kabarinews.com

Washington,KabariNewscom,- Presiden Barack Obama menyampaikan pidato menyambut datangnya bulan suci Ramadhan bagi umat Islam dunia.

Berikut petikannya seperti diterima redaksi,

Bahasa Indonesia:

Atas nama rakyat Amerika - termasuk masyarakat Muslim di semua lima puluh negara bagian - saya ingin mengucapkan selamat kepada warga Muslim di Amerika dan seluruh dunia. Ramadan Kareem.

Ramadan adalah bulan di mana umat Muslim meyakini bahwa Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad, dimulai dengan sebuah kata sederhana – iqra. Oleh sebab itu Ramadan merupakan saat di mana warga Muslim merenungkan kebajikan dan bimbingan yang datang seiring bersama iman serta tanggung jawab yang dimiliki manusia terhadap satu sama lain dan kepada Allah.

Sebagaimana rakyat dari pemeluk keyakinan lain yang menyaksikan Ramadan lewat masyarakat dan keluarga kami, saya tahu bahwa ini merupakan saat yang bahagia – saat di mana keluarga berkumpul dan makan bersama. Tetapi saya juga tahu bahwa Ramadan merupakan masa untuk pengabdian dan perenungan – saat warga Muslim berpuasa sepanjang hari dan melakukan shalat tarawih di malam hari, membaca dan mendengarkan ayat-ayat suci Al Qur'an selama satu bulan.

Tradisi ini mengingatkan kita pada prinsip-prinsip yang kita yakini bersama, serta peran Islam dalam memajukan keadilan, toleransi dan harga diri semua umat manusia.

Misalnya, puasa adalah konsep yang dianut oleh banyak agama – termasuk agama saya sendiri, Kristen – sebagai cara untuk mendekatkan manusia pada Allah, dan pada mereka di antara kita yang belum tentu bisa menikmati santapan berikutnya. Dan dukungan yang diberikan warga Muslim kepada warga lainnya, mengingatkan kita pada tanggung jawab untuk memajukan kesempatan dan kemakmuran bagi rakyat di mana saja. Karena kita semua harus ingat bahwa dunia yang ingin kita bangun – serta perubahan yang ingin kita laksanakan – harus dimulai dari dalam hati sanubari dan masyarakat kita sendiri.

Musim panas ini, rakyat di seluruh Amerika telah melakukan pengabdian dalam masyarakat mereka – mendidik anak-anak, merawat yang sakit dan mengulurkan tangan kepada mereka yang mengalami kesulitan. Organisasi berbasis agama, termasuk banyak organisasi Islam, berada di garis depan dalam pengabdian musim panas ini. Dan di masa penuh tantangan ini, inilah semangat tanggung jawab yang harus kita pertahankan dalam bulan-bulan serta tahun-tahun mendatang.

Di luar perbatasan Amerika, kami juga bertekad menepati tanggung jawab kami untuk membangun sebuah dunia yang lebih damai dan aman. Itulah sebabnya kami secara bertanggung jawab mengakhiri perang di Irak. Itulah sebabnya kami mengucilkan kelompok garis keras yang mempergunakan kekerasan sambil memberdayakan rakyat di Afghanistan dan Pakistan. Itulah sebabnya kami dengan kuat dan secara aktif mendukung solusi dua negara yang mengakui hak-hak warga Israel dan Palestina agar bisa hidup dalam perdamaian dan keamanan. Itulah sebabnya Amerika akan senantiasa membela hak-hak universal dari semua orang untuk mengungkapkan pendapat, mempraktekkan agama mereka, menyumbang sepenuhnya pada masyarakat mereka dan memiliki kepercayaan pada aturan hukum.

Semua usaha ini merupakan bagian dari komitmen Amerika untuk melibatkan warga Muslim dan negara yang mayoritas penduduknya Muslim berdasarkan kepentingan bersama dan saling menghormati. Pada masa pembaharuan ini, saya ingin menegaskan kembali komitmen saya bagi permulaan yang baru di antara Amerika dan Muslim di seluruh dunia.

Sebagaimana saya katakan di Kairo, Pengejawantahan dari permulaan yang baru ini harus berupa upaya yang berkesinambungan untuk saling mendengarkan, untuk saling belajar, untuk saling menghormati, dan untuk mencari kesepahaman bersama. Saya yakin sebuah bagian penting dari usaha ini adalah mendengarkan dan dalam dua bulan terakhir ini, kedutaan-kedutaan besar Amerika di seluruh dunia telah mengulurkan tangan tidak saja kepada pemerintahannya, tetapi langsung kepada rakyat di negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Dan dari seluruh dunia, kami telah menerima berbagai masukan tentang bagaimana Amerika bisa menjadi mitra mewakili aspirasi rakyat.

Kami telah mendengarkan. Dan seperti Anda, kami memusatkan perhatian pada tindakan nyata yang akan membawa perubahan seiring waktu – baik dari segi isu politik dan keamanan yang telah saya bahas, maupun dalam bidang-bidang yang telah Anda katakan akan membawa perubahan terbesar dalam kehidupan manusia.

Konsultasi ini membantu kami menyelenggarakan kemitraan yang saya serukan di Kairo – memperluas program pertukaran pendidikan; membina kewirausahawan dan menciptakan lapangan pekerjaan; serta meningkatkan kerjasama ilmu pengetahuan dan teknologi, serta juga mendukung pemberantasan buta huruf dan meningkatkan pendidikan kejuruan.

Kami juga bergerak maju dalam bermitra dengan Organisasi Konferensi Islam atau OKI dan negara anggota OKI, guna memberantas polio, sambil bekerja sama secara erat dengan masyarakat internasional untuk memerangi tantangan kesehatan seperti virus H1N1 - yang saya sadari merupakan keprihatinan khusus bagi banyak warga Muslim yang bersiap-siap melakukan ibadah haji.

Semua usaha ini diarahkan pada usaha memajukan aspirasi kita bersama – untuk hidup dalam perdamaian dan keamanan; untuk memperoleh pendidikan dan bekerja secara terhormat; mencintai keluarga kita, masyarakat kita, dan agama kita. Hal ini membutuhkan waktu dan kesabaran. Kita tidak bisa mengubah hal-hal ini dalam sekejap, tetapi kita bisa secara jujur bertekad melakukan hal-hal yang harus dilaksanakan, sambil bergerak menuju arah yang baru – mencapai cita-cita yang kita perjuangkan untuk diri kita sendiri dan anak-anak kita. Itulah perjalanan yang harus kita lewati bersama.

Saya ingin meneruskan dialog yang sangat penting ini dan menjabarkannya ke dalam tindakan nyata. Dan pada hari ini, saya mengucapkan kepada Muslim di seluruh Amerika dan di seluruh dunia semoga bulan puasa ini diberkati, seiring Anda menyambut permulaan Ramadan. Semoga damai Tuhan bersama Anda.

Washington, 21 Agustus 2009

Bahasa Inggris :

On behalf of the American people – including Muslim communities in all fifty states – I want to extend best wishes to Muslims in America and around the world. Ramadan Kareem.

Ramadan is the month in which Muslims believe the Koran was revealed to the Prophet Muhammad, beginning with a simple word – iqra. It is therefore a time when Muslims reflect upon the wisdom and guidance that comes with faith, and the responsibility that human beings have to one another, and to God.

Like many people of different faiths who have known Ramadan through our communities and families, I know this to be a festive time – a time when families gather, friends host iftars, and meals are shared. But I also know that Ramadan is a time of intense devotion and reflection – a time when Muslims fast during the day and perform tarawih prayers at night, reciting and listening to the entire Koran over the course of the month.

These rituals remind us of the principles that we hold in common, and Islam’s role in advancing justice, progress, tolerance, and the dignity of all human beings.

For instance, fasting is a concept shared by many faiths – including my own Christian faith – as a way to bring people closer to God, and to those among us who cannot take their next meal for granted. And the support that Muslims provide to others recalls our responsibility to advance opportunity and prosperity for people everywhere. For all of us must remember that the world we want to build – and the changes that we want to make – must begin in our own hearts, and our own communities.

This summer, people across America have served in their communities – educating children, caring for the sick, and extending a hand to those who have fallen on hard times. Faith-based organizations, including many Islamic organizations, have been at the forefront in participating in this summer of service. And in these challenging times, this is a spirit of responsibility that we must sustain in the months and years to come.

Beyond America’s borders, we are also committed to keeping our responsibility to build a world that is more peaceful and secure. That is why we are responsibly ending the war in Iraq. That is why we are isolating violent extremists while empowering the people in places like Afghanistan and Pakistan. That is why we are unyielding in our support for a two-state solution that recognizes the rights of Israelis and Palestinians to live in peace and security. And that is why America will always stand for the universal rights of all people to speak their mind, practice their religion, contribute fully to society and have confidence in the rule of law.

All of these efforts are a part of America’s commitment to engage Muslims and Muslim-majority nations on the basis of mutual interest and mutual respect. And at this time of renewal, I want to reiterate my commitment to a new beginning between America and Muslims around the world.

As I said in Cairo, this new beginning must be borne out in a sustained effort to listen to each other, to learn from each other, to respect one another, and to seek common ground. I believe an important part of this is listening, and in the last two months, American embassies around the world have reached out not just to governments, but directly to people in Muslim-majority countries. From around the world, we have received an outpouring of feedback about how America can be a partner on behalf of peoples’ aspirations.

We have listened. We have heard you. And like you, we are focused on pursuing concrete actions that will make a difference over time – both in terms of the political and security issues that I have discussed, and in the areas that you have told us will make the most difference in peoples’ lives.

These consultations are helping us implement the partnerships that I called for in Cairo – to expand education exchange programs; to foster entrepreneurship and create jobs; and to increase collaboration on science and technology, while supporting literacy and vocational learning. We are also moving forward in partnering with the OIC and OIC member states to eradicate polio, while working closely with the international community to confront common health challenges like H1N1 – which I know is of particular to concern to many Muslims preparing for the upcoming hajj.

All of these efforts are aimed at advancing our common aspirations – to live in peace and security; to get an education and to work with dignity; to love our families, our communities, and our God. It will take time and patient effort. We cannot change things over night, but we can honestly resolve to do what must be done, while setting off in a new direction – toward the destination that we seek for ourselves, and for our children. That is the journey that we must travel together.

I look forward to continuing this critically important dialogue and turning it into action. And today, I want to join with the 1.5 billion Muslims around the world – and your families and friends – in welcoming the beginning of Ramadan, and wishing you a blessed month. May God’s peace be upon you.

Washington, 21 Agustus 2009

Komentar

Pos populer dari blog ini

Kode Etik Jurnalistik PWI (Persatuan Wartawan Indonesia)

Mengenang Tiga Tahun Wafatnya Pedoman Rakyat