5 Agustus

5 Agustus

Oleh: Asnawin


Bagi sebagian orang, 5 Agustus mungkin tidak terlalu istimewa. Namun, sejarah telah mencatat beberapa peristiwa dan orang-orang yang cukup terkenal pada 5 Agustus.

Dalam kalender masehi atau kalender Gregorian, 5 Agustus adalah hari ke-217. Pada tahun kabisat, 5 Agustus adalah hari ke-218.

Situs wikipedia.org mencatat beberapa peristiwa bersejarah pada 5 Agustus, antara lain Henry I diresmikan sebagai Raja Inggris (5 Agustus 1100), tim yang dipimpin Cyrus Field menyelesaikan proyek kabel telegrafi trans-Atlantik yang pertama di dunia (5 Agustus 1858), dan negara Burkina Faso menyatakan kemerdekaannya (5 Agustus 1960).

Pada 5 Agustus 1962, Presiden RI Soekarno meresmikan Hotel Indonesia yang merupakan hotel berbintang pertama yang dibangun di Jakarta, Indonesia, dan dibangun antara lain untuk menyambut pekan olahraga Asia, Asian Games IV, tahun 1962.

Tepat 41 (4+1=5) tahun kemudian atau 5 Agustus 2003, hotel internasional ternama di Jakarta, Hotel JW Marriott, dibom oleh teroris yang menewaskan 12 orang dan mencederai 150 orang lainnya.

Perdana Menteri ke-17 (1967) Australia, Harold Holt, lahir pada 5 Agustus 1908. Presiden Singapura (2005), Devan Nair, lahir pada 5 Agustus 1923.

Sjuman Djaya, seorang penulis dan sutradara terkenal asal Indonesia, lahir pada 5 Agustus 1934. Anwar Nasution, mantan Deputi Senior Bank Indonesia (1999-2004) dan kemudian menjabat Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (mulai 2004) Republik Indonesia, lahir pada 5 Agustus 1942.

Hastomo Arbi, pebulutangkis Indonesia yang menjadi penentu kemenangan Indonesia atas China (RRC) pada final perebutan Piala Thomas tahun 1984, lahir di Kudus, Jawa Tengah pada 5 Agustus 1958.

Raja Henry I

Raja Henry I dari Inggris lahir pada tahun 1068 atau 1069 dan meninggal dunia pada 1 Desember 1135. Ia diangkat menjadi Raja Inggris pada 5 Agustus 1100 dan menduduki tahta tersebut hingga kematiannya pada tahun 1135.

Henry diperkirakan lahir di Selby, Yorkshire. Ia adalah anak ketiga William I “Sang Penakluk” dan Ratu Mathilda dari Flandria. Ia menjadi raja saat saudaranya William II tewas di sebuah perburuan.

Sebagai raja, Henry I mencoba membuat reformasi sosial. Ia mengeluarkan Piagam Kebebasan yang dianggap sebagai pendahulu Magna Carta. Ia mengembalikan beberapa hukum Eadweard sang Pengaku Iman.

Dari permaisurinya, Henry I memiliki 2 anak, yaitu Matilda dan William Adelin. Namun sebagai raja ketika itu, Henry juga memiliki banyak selir. Dari para selirnya itulah, Henry diperkirakan memiliki anak sekitar 20 sampai dengan 25 orang. Henry meninggal pada tahun 1135 saat mengunjungi puteri dan cucunya di Normandia.

Kabel Telegrafi Trans-Atlantik

Kabel telegrafi trans-Atlantic adalah kabel telegraf yang menyeberangi samudera Atlantik dari pulau Valentia, di barat Irlandia menuju Trinity Bay, di timur Newfoundland, Kanada. Proyek ini rampung dikerjakan pada 5 Agustus 1858.

Kabel trans-Atlantic yang menjembatani Amerika Utara dengan benua Eropa ini telah mempercepat hubungan komunikasi antar kedua benua.

Selama delapan tahun pengerjaan proyek ini, tiga kali upaya telah dilakukan yakni pada tahun 1858, 1865, dan 1866. Tambahan berupa delapan buah kabel yang dibentangkan mulai tahun 1866 hingga pergantian abad.

Di penghujung abad ke-19, kabel yang menghubungkan Irlandia dan Newfoundland telah mampu menghubungkan secara langsung antara Amerika Serikat dengan Perancis.

Cyrus Field merupakan tokoh di balik proyek pemasangan kabel telegrafi trans-Atlantik antara Amerika Utara dan Eropa yang rampung pada tanggal 5 Agustus 1858.

Meski tidak terlalu sukses karena tidak mampu bertahan lama, proyek kabel telegrafi trans-Atlantik ini tercatat sebagai proyek perdana dengan hasil yang baik.

Telegram pertama yang dikirimkan antar kedua benua adalah sebuah surat ucapan selamat dari Ratu Victoria kepada Presiden Amerika Serikat James Buchanan pada tanggal 16 Agustus 1858.

Angka 5

Selain 5 Agustus, angka 5 juga memiliki makna tersendiri bagi umat muslim dan bangsa Indonesia.

Orang Islam diwajibkan salat 5 kali sehari semalam (Isa, Subuh, Lohor, Ashar, Magrib) dan Rukun Islam juga terdiri atas 5 hal, yakni (1) Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat, (2) Melaksanakan Salat, (3) Berpuasa pada Bulan Ramadhan, (4) Mengeluarkan Zakat, dan (5) Naik Haji bagi Orang yang Mampu.

Orang Indonesia pasti akan selalu mengenang dan mensakralkan angka 5, karena Dasar Negara Indonesia yang bernama Pancasila, terdiri atas 5 pasal, yakni (1) Ke-Tuhan-an Yang Maha Esa, (2) Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, (3) Persatuan Indonesia), (4) Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, (5) Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Penulis (Asnawin Aminuddin) juga sangat akrab dengan angka 5, karena penulis lahir pada 5 Agustus 1967, anak ke-5 dari 12 bersaudara, menikah pada 5 Januari 1996, dan sampai tulisan ini dibuat telah dikaruniai 5 anak dari perkawinannya dengan Ahriyanti Hamid.

Makassar, 5 Agusus 2009

Komentar

Pos populer dari blog ini

Kode Etik Jurnalistik PWI (Persatuan Wartawan Indonesia)

Mengenang Tiga Tahun Wafatnya Pedoman Rakyat