Nasib Mantan Wartawan Harian "Pedoman Rakyat"



GEDUNG Kantor Harian "Pedoman Rakyat" di Jalan Arief Rate, Nomor 31, Makassar, masih berdiri megah, tetapi aktivitas perusahaan pers sudah tidak ada lagi sejak 2007. Kini nasib mantan wartawan dan mantan karyawan "Pedoman Rakyat" tidak jelas, padahal konon sudah ada putusan pengadilan tentang pembayaran pesangon. (Foto: Asnawin)







----------------------


ULTAH KE-66. Sejumlah mantan wartawan dan mantan karyawan harian Pedoman Rakyat, merayakan ulang tahun ke-66 harian Pedoman Rakyat, di Kafe Baca, Jl Adhyaksa, Makassar, 1 Maret 2013. Duduk dari kiri ke kanan: Asnawin, Wahyudin, Yahya Mustafa, Mahyudin, Laode Arumahi, Hafsah Maharani, Ros. Berdiri dari kiri ke kanan: Rusdy Embas, Warta sally, George, Supriadi Syarifuddin, Arif Rombo, Yusuf Sirajang, Elvianus Kawengian, Yusuf Akib, Mohammad Arafah, Rusli Kadir, dan Rusdi Suddin. (dok. Asnawin)

- http://pedomanrakyat.blogspot.com/2013/03/ultah-ke-66-harian-pedoman-rakyat.html

- http://pedomanrakyat.blogspot.com/2014/03/selamat-ulang-tahun-harian-pedoman.html

==============================


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan Anda di blog "Pedoman Rakyat"]

Komentar

Pos populer dari blog ini

Kode Etik Jurnalistik PWI (Persatuan Wartawan Indonesia)

Mengenang Tiga Tahun Wafatnya Pedoman Rakyat