Ketua DPRD Gowa "Curhat" ke Pengurus PWI Gowa-Takalar



AUDIENSI. Ketua DPRD Gowa Ansar Zainal Bate (keempat dari kiri) foto bersama pengurus baru PWI Gowa-Takalar, di ruang kerjanya, Selasa, 19 Mei 2015. Dari kiri ke kanan, Abdul Rahim Beta, S Kadir Sijaya, Hasdar Sikki, Ansar Zainal Bate, Arifuddin Bella, Asruddin, Wahyudin, Asnawin Aminuddin, dan Zainuddin Tika.




-----------


Ketua DPRD Gowa "Curhat" ke Pengurus PWI Gowa-Takalar


Ketua DPRD Gowa Ansar Zainal Bate memanfaatkan kedatangan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gowa-Takalar untuk mencurahkan ungkapan hatinya (curhat) mengenai pemberitaan di media massa yang kerap tidak berimbang.

"Kebetulan teman-teman datang ke sini, jadi saya mohon izin untuk curhat," kata Ansar saat menerima kunjungan audiensi pengurus PWI Gowa-Takalar masa bakti 2014-2017, di ruang kerjanya, Selasa, 19 Mei 2015.

Politisi Partai Golkar ini mengaku hingga kini masih ada wartawan yang tidak profesional dalam menjalankan profesinya, antara lain memberitakan peristiwa secara tidak berimbang atau tidak sesuai dengan fakta.

"Jumlahnya tidak banyak, hanya satu dua orang, tetapi cukup mengganggu," katanya.

Ansar berharap pengurus baru PWI Gowa-Takalar dapat melakukan pembinaan kepada wartawan, khususnya yang bertugas di wilayah kerja Gowa-Takalar, antara lain dengan mengadakan pelatihan, seminar, dialog, dan lain-lain.

Ketua PWI Gowa-Takalar Arifuddin Bella, mengatakan, kunjungannya ke Gedung DPRD Gowa dalam rangka memperkenalkan pengurus baru PWI Gowa-Takalar masa bakti 2014-2017, sekaligus menyampaikan rencana pelantikan dan konferensi kerja pada Juni mendatang.


Dalam audiensi tersebut, Arifuddin Bella didampingi Sekretaris Hasdar Sikki, Bendahara Asruddin, Ketua Seksi Organisasi Wahyudin, Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) S Kadir sijaya, Ketua Panitia Pelantikan dan Konferensi Kerja PWI Gowa-Takalar Asnawin Aminuddin, Sekretaris Zainuddin Tika, dan Bendahara Abdul Rahim Beta. (kia)

Komentar

Pos populer dari blog ini

Kode Etik Jurnalistik PWI (Persatuan Wartawan Indonesia)

Mengenang Tiga Tahun Wafatnya Pedoman Rakyat