Blog Grup Pedoman Rakyat

Kamis, 18 April 2013

Kemiskinan Harus Dilawan dengan Keterampilan


MASYARAKAT MISKIN. Kepala Biro Bina Kesejehteraan Setda Provinsi Sulsel Drs Hj Kurnia MSi (kedua dari kanan) didampingi Kadis Sosial, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Takalar Drs H Abbas MM (kedua dari kiri), pada pembukaan Pelatihan dan Pembinaan Masyarakat Miskin di Daerah Pesisir yang diikuti 100 peserta, di Gedung PKK Kabupaten Takalar, Selasa, 2 April 2013. (Foto: Asnawin)


---------------------


Kemiskinan Harus Dilawan dengan Keterampilan


Makassar, 2 April 2013.
Kemiskinan merupakan masalah rumit karena tidak terbatas pada permasalahan ekonomi semata, melainkan juga menyangkut permasalahan sosial di tengah masyarakat, seperti kebodohan sebagai akibat dari kurangnya akses pendidikan, pengangguran, meningkatnya jumlah pekerja anak, anak jalanan, dan peminta-minta, serta tindak kriminalitas.

Kemiskinan itu terjadi atau dialami oleh masyarakat yang tidak memiliki keterampilan dan keahlian. Oleh karena itu, kemiskinan hanya bisa atau harus dilawan dengan keterampilan dan keahlian.

Pendapat tersebut dikemukakan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Biro Bina Kesejehteraan Setda Provinsi Sulsel Drs Hj Kurnia MSi, pada acara Pelatihan dan Pembinaan Masyarakat Miskin di Daerah Pesisir yang diikuti 100 peserta, di Gedung PKK Kabupaten Takalar, Selasa, 2 April 2013.

Menurut Gubernur Sulsel, ada dua kata sederhana sebagai sarana untuk mencapai tujuan secara bersama-sama, khususnya dalam upaya mengentaskan kemiskinan, yaitu “social enterpreneurship.”

Yang dibutuhkan dalam mengemban social enterpreneurship ini, bukan sekadar memberikan uang untuk memenuhi kewajiban, melainkan diperlukan pendampingan intensif, bahkan investasi waktu dan keahlian.

“Pendampingan melalui inovasi teknologi dan pembinaan usaha, menjadi sangat penting karena akan berfungsi membangkitkan semangat kreativitas dan perubahan di kalangan warga tidak mampu agar menjadi mampu berdaya saing di segala sektor kehidupannya. Dengan demikian, social entrepreneurship bukan lagi sekadar menjadi alternatif penyelesaian masalah kemiskinan, melainkan harus menjadi komponen utama pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan,” papar Syahrul.

Sehubungan dengan itulah, kata Kepala Biro Bina Kesejehteraan Setda Provinsi Sulsel Drs Hj Kurnia MSi, Pemprov Sulsel melaksanakan kegiatan dalam bentuk “Pelatihan dan Pembinaan bagi Masyarakat Miskin di Daerah Pesisir” (dilaksanakan di Takalar selama dua hari, 27-28 Maret 2013).

Kegiatan itu antara lain bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat pesisir dalam mengolah sumber daya yang ada di sekitarnya menjadi bernilai kompetitif dan bernilai ekonomi tinggi, serta dibutuhkan oleh pasar.

Selain itu, kata Kurnia, pelatihan dan pembinaan itu juga bertujuan meningkatkan kemampuan mengelola usaha bersama dan usaha kelompok dalam membangun manajemen yang kompetitif dalam wadah social entrepreneurship sebagai upaya memberdayakan masyarakat kurang mampu dalam mencapai kesejahteraan sosial dan keuntungan finansial.

“Diharapkan adanya rekomendasi dan rencana tindak-lanjut yang dihasilkan sebagai sebuah hasil pemikiran bersama dalam mengembangkan potensi dan sumber daya yang ada di sekitarnya,” ujar Kurnia.

@copyright SKU "Indonesia Pos", Makassar, Edisi 01-15 April 2013, No. 983 -984/Tahun ke-44

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan Anda di blog "Pedoman Rakyat"]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar