Minggu, 05 Desember 2010

Sehari, Syahrul Terima Dua Penghargaan

Sehari, Syahrul Terima Dua Penghargaan
- Apresiasi Atas Ketahanan Pangan dan Program Kesehatan


Harian Fajar, Makassar
Sabtu, 4 Desember 2010
http://metronews.fajar.co.id/read/111189/10/sehari-syahrul-terima-dua-penghargaan


 
SELAMAT. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo jabat tangan dengan Wapres RI Budiono usai menerima dua penghargaan di Jakarta, Jumat, 3 Desember. (FOTO ANITA/FAJAR)
 
JAKARTA -- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menerima dua penghargaan berbeda dari pemerintah pusat di Jakarta, Jumat, 3 Desember. Penghargaan pertama di bidang Ketahanan Pangan yang diserahkan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, di istana presiden.

Sedangkan penghargaan di bidang kesehatan, Ksatria Bakti Khusada Kartika, diserahkan oleh Wakil Presiden, Budiono kepada gubernur, yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Dr Rahmat Latief di istana wapres, di hari yang sama.

Seusai menerima penghargaan dari Presiden, Gubernur Sulsel masih sempat bertemu dengan Budiono di acara penyerahan penghargaan kesehatan yang dirangkaian dalam acara peringatan Hari Kesehatan dan Hari AIDS Se-Dunia.

Penghargaan di Bidang Ketahanan Pangan, disematkan ke Pemprov Sulsel untuk yang ketiga kalinya selama tiga tahun berturut-turut. Sedangkan penghargaan kesehatan diberikan untuk yang kedua kalinya. Di tahun sebelumnya, Syahrul menerima lencana Ksatria Bakti Khusada Jenis Arutala atas program kesehatan gratis bagi rakyat Sulsel.

Mendapat dua penghargaan itu, Syahrul mengaku gembira sekaligus mendapat tantangan. Tantangan berat yang dihadapi adalah pemerintah Sulsel harus semakin bekerja keras untuk bisa mempertahankan prestasinya.

"Jelas bahwa pekerjaan yang telah kami lakukan, bermuara pada hasil yang bermanfaat bagi rakyat. Tentu ini kebanggaan karena dinilai dengan prestasi tertinggi secara nasional. Tapi kita tidak boleh puas," tandas Syahrul usai bertemu wapres, kemarin.

Menurut Syahrul, ini akan menjadi motivasi bagi pemprov dan jajarannya untuk terus meningkatkan kinerja. Dia menegaskan bahwa apa yang telah dilakukan oleh jajarannya di bidang kesehatan dan ketahanan pangan, ini menunjukkan kerja di dalam jalur yang tepat.

Syahrul yakin, Sulsel bisa menjadi lokomotif penyedia pangan secara nasional dan mengembangkan program kesehatan secara menyeluruh.

Program di bidang ketahanan pangan pemprov Sulsel, yaitu over stock gabah 2 juta ton. Tahun ini, hasil panen malah melonjak hingga 4,8 juta ton. Keberhasilan dalam Ketahanan pangan tak lain karena strategi pemprov menggerakkan institusi TNI dan Polri untuk terlibat dalam penanaman padi. Tentu saja ini bersinergi dengan kelompok tani lainnya yang ada di Sulsel.

Menurut Syahrul, terobosannya untuk menggerakan dua institusi itu, karena organisasi tersebut memiliki tingkat Disiplin yang sangat kuat.

Menanggapi kebijakan pemerintah pusat yang tetap melakukan impor beras dari negara lain, Syahrul menegaskan bahwa dia yakin itu adalah strategi nasional untuk menjaga keamanan pangan dan kemungkinan kekurangan beras secara nasional. Namun dia menjamin, bahwa hingga kini Sulsel tidak terpengaruh dengan kebijakan tersebut.

Harga gabah yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp2640. Di Sulsel, harga gabah petani masih dibeli dengan kisaran Rp2640 hingga Rp2700-an. Artinya bila harga itu masih di atas HPP, maka petani masih memiliki untung.

Kesehatan

Di bidang kesehatan, Syahrul menerima penghargaan kedua kalinya, karena program kesehatan gratis yang dicanangkannya sejak memerintah Sulsel hingga kini masih berjalan bahkan dinilai bertambah baik. Dia kembali menekannya bahwa penghargaan tersebut akumulasi kerja keras dari semua jajaran pemerintahan yang ada.

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya mengatakan penghargaan yang diberikan negara kepada sejumlah kepala daerah termasuk Sulsel, adalah apresiasi atas kerja keras yang dilakukan penerima dari berbagai pihak itu, terhadap upaya ketahanan pangan nasional.

Memang selain kepala daerah, penghargaan juga diberikan kepada perorangan dan kepala-kepala desa yang dinilai berhasil menjaga ketahanan pangan daerahnya masing-masing.

SBY mengingatkan kembali komitmen pemerintah melalui Dewan Ketahanan Pangan yang telah melakukan Konferensi Ketahanan Pangan pada Mei 2010, dimana semua gubernur menjadi Ketua Dewan Ketahanan pangan di provinsinya masing-masing.(*)

[Blog http://pedomanrakyat.blogspot.com/ berisi berita, artikel, feature, dan beragam informasi. Terima kasih atas kunjungan dan komentar anda.]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar