Serba-serbi Safari Jurnalistik PWI-Pemprov Sulsel (2-habis)



RUJAB BUPATI. Rombongan Safari Jurnalistik PWI - Pemprov Sulsel diterima di Rumah Jabatan Bupati Tana Toraja. Safari Jurnalistik tersebut untuk memantau pelaksanaan Pendidikan dan Kesehatan Gratis pada beberapa kabupaten dan kota se-Sulsel. (Arsip foto Ani Hasan)





-----
Serba-serbi Safari Jurnalistik PWI-Pemprov Sulsel (2-habis)


Berkat Campur Tangan Wartawan


Sekretaris Kabupaten Pinrang Drs H Syarifuddin Side SH MH MSi dan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Pinrang Drs H A Mappanyukki MSi, sama-sama berterima-kasih kepada wartawan pada acara dialog antara Pemkab Pinrang dengan rombongan Safari Jurnalistik PWI Sulsel - Pemprov Sulsel, di Ruang Pola Kantor Bupati Pinrang, Sabtu malam, 9 Oktober 2010.

''Ketika terangkat menjadi pegawai, saya langsung ditempatkan di bagian humas. Saya jadi begini berkat bantuan teman-teman wartawan,'' ungkap Syarifuddin sambil tersenyum.

Kadisdikpora Pinrang Andi Mappanyukki juga berterimasih kepada wartawan karena dirinya merasa banyak dibantu oleh wartawan.

''Saya tidak bisa munafik. Saya dilantik (sebagai kepala dinas) karena ada campur tangan wartawan,'' paparnya juga sambil tersenyum.

Puluhan wartawan yang hadir pada acara tersebut juga tersenyum, bahkan tidak sedikit yang tertawa lalu bertepuk-tangan beramai-ramai.


Pernah Jadi Wartawan


Kalau Sekkab Pinrang Syarifuddin Side dan Kadisdikpora Andi Mappanyukki ''hanya'' berterima-kasih kepada wartawan, Kadis Kesehatan Pinrang dr H Rusman Achmad MKes malah mengaku pernah menjadi wartawan.

''Saya pernah menggeluti profesi ini. Saya dulu sama-sama dengan Anwar Arifin (maksudnya Prof Dr Anwar Arifin, mantan anggota DPR RI), Zohrah Andi Baso (dosen Unhas Makassar, aktivis perempuan), dan Hamid Awaluddin (kini Dubes RI di Rusia). Saya pernah menjadi staf redaktur Identitas Unhas. Kami pernah ikut Diklat Jurnalistik di Bantimurung (objek wisata di Kabupaten Maros) dan Diklat Jurnalistik lanjutan di Malino (objek wisata di Kabupaten Gowa),'' ungkap Rusman.

Pengakuan itu disambut senyum dan tepuk-tangan puluhan wartawan dan para pejabat yang hadir dalam acara dialog antara rombongan Safari Jurnalistik PWI Sulsel - Pemprov Sulsel, di ruang pola Kantor Bupati Pinrang, Sabtu malam, 9 Oktober 2010.


------
BERBINCANG-BINCANG. Asnawin (kanan/Koran PWI) berbincang-bincang dengan Fakhruddin (SKU Tegas) saat makan malam di Pinrang. (Arsip foto Ani Hasan)
--------





--------

Sambutan Pemkab Pinrang Paling Hebat


Daerah ke-11 yang dikunjungi rombongan Safari Jurnalistik PWI Sulsel - Pemprov Sulsel pada Sabtu, 9 Oktober 2010, adalah Kabupaten Pinrang. Rombongan diterima oleh Sekkab Pinrang Syarifuddin Side beserta beberapa pejabat terkait di ruang pola Kantor Bupati Pinrang.

Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh yang memimpin rombongan Safari Jurnalistik mengaku sangat terkesan dengan sambutan dari Pemkab Pinrang.

''Pinrang adalah daerah ke-11 yang kami kunjungi dan paling hebat sambutannya. Pertama karena kita langsung makan malam. Kedua, pejabat (terkait) yang hadir lengkap. Ketiga, ada spanduk selamat datang,'' kata Zulkifli sambil tersenyum yang langsung mendapat tepuk tangan meriah dari para hadirin.


Asnawin Jadi Asrul


Saat berdialog dengan Pemkot Parepare di rumah jabatan Walikota Parepare, Ahad, 10 Oktober 2010, tentang pendidikan dan kesehatan gratis, Ketua Seksi Pendidikan PWI Sulsel, Asnawin, sempat mengajukan pertanyaan.

Seperti biasa, Asnawin terlebih dahulu memperkenalkan diri sebelum bertanya, tetapi ketika Kadis Pendidikan Parepare, Mustafa Mappangara, menanggapi pertanyaan tersebut, ia menyebut nama Asrul. Kadis Pendidikan bahkan tiga kali menyebut nama Asrul.

Mendengar sebutan tersebut, Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh langsung tersenyum sambil memandang ke arah Asnawin. Beberapa wartawan pun mengulang menyebut nama Asrul sambil tersenyum.

Seusai acara dialog, beberapa wartawan kemudian mendatangi dan menyalami Asnawin atas nama barunya. ''Tapi Bapak harus potong kambing lagi dua ekor untuk ganti nama,'' kata Azis (RRI Makassar) sambil tertawa.

Adapun Kadis Pendidikan Parepare, Mustafa Mappangara, sampai rombongan Safari Jurnalistik meninggalkan Kota Parepare, tidak tahu menahu mengenai kesalahannya ''mengganti'' nama Asnawin menjadi Asrul.


Dua Wartawan Berulang Tahun


Dua wartawan dari puluhan anggota rombongan Safari Jurnalistik PWI Sulsel-Pemprov Sulsel berulang-tahun pada hari Minggu, 10-10-2010, saat berada di Kota Parepare. Kedua wartawan itu ialah Imran (TVRI Sulsel) dan Malik Ismail (Pemimpin Redaksi Majalah Bias).

Beberapa wartawan kemudian memberinya ucapan selamat ulang tahun, termasuk dari Sekretaris Kota Parepare Hatta Buroncong, dan Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh.

Ketika ditanya ulang tahun ke berapa, Imran dan Malik Ismail, hanya tersenyum. Wah, rahasia nih.


Mendorong Mobil di Siang Bolong


Dalam perjalanan dari Kota Parepare menuju Kabupaten Maros, pada hari kelima Safari Jurnalistik PWI-Pemprov Sulsel, Ahad, 10 Oktober 2010, bus ''kloter dua'' sempat mengalami gangguan dan mogok di daerah Kabupaten Pangkep.

Terpaksalah beberapa wartawan turun mendorong mobil di siang bolong. Bisa dipastikan mereka pasti berkeringat saat naik kembali ke dalam bus. Kejadian itu bahkan berulang sekali lagi beberapa kilometer kemudian dan terpaksa teman-teman wartawan kembali mendorong mobil.

''Yah, apa boleh buat. Memang begitulah suka-dukanya perjalanan jauh, yang penting kita tetap gembira dan menikmati perjalanan ini,'' kata Rifai Manangkasi, salah seorang panitia yang secara tidak langsung menjadi ketua rombongan bus ''kloter dua.''


-------
ROMBONGAN Safari Jurnalistik PWI - Pemprov Sulsel diterima oleh Pemkab Pangkep. (Arsip foto Ani Hasan)
-----




Satu-satunya Bupati


Dari 14 kabupaten dan kota se-Sulsel yang dikunjungi, satu-satunya bupati yang menerima rombongan Safari Jurnalistik PWI Sulsel - Pemprov Sulsel adalah Bupati Luwu Andi Mudzakkar. Daerah lain semuanya diwakili Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, bahkan daerah yang bupatinya hanya diwakili oleh asisten Sekda.

Bupati Luwu Andi Mudzakkar bahkan makan malam bersama dengan rombongan di rumah jabatan sebelum berdialog di baruga rumah jabatan.

''Bupati dan Walikota daerah lain semuanya berhalangan, tapi tidak ada masalah, yang penting ada pejabat yang menerima untuk berdialog mengenai program pendidikan dan kesehatan gratis,'' kata Ketua Panitia Hasan Kuba, kepada beberapa wartawan.


Ternyata Seorang Fotografer


Tidak banyak yang tahu bahwa Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh ternyata seorang fotografer. Sebagian pengurus dan anggota PWI Sulsel baru mengetahuinya saat melakukan Safari Jurnalistik dengan mengunjungi 14 kabupaten dan kota se-Sulsel, 6-10 Oktober 2010.

Bukti bahwa Zugito-sapaan akrab Zulkifli Gani Ottoh-seorang fotografer terlihat dengan kebiasaannya membawa kamera yang cukup besar (dan tentu saja tidak murah) dan memotret momen-momen menarik pada berbagai kesempatan. Bahkan Zugito tak canggung memotret saat menjadi moderator atau saat memimpin pertemuan bersama pejabat di daerah dalam Safari Jurnalistik ini.

''Saya baru tahu, ternyata Pak Ketua (maksudnya Ketua PWI Sulsel) seorang fotografer,'' kata Supriadi, Pemimpin Redaksi Tabloid Solusi, kepada beberapa wartawan. (asnawin)


- Keterangan: Feature ini dimuat di halaman 12-13 tabloid ''Koran PWI'' edisi 15-30 Oktober 2010, yang diterbitkan oleh PWI Cabang Sulawesi Selatan.
- [Blog http://pedomanrakyat.blogspot.com/ berisi berita, artikel, feature, dan beragam informasi. Terima kasih atas kunjungan dan komentar anda.]

Komentar

Pos populer dari blog ini

Kode Etik Jurnalistik PWI (Persatuan Wartawan Indonesia)

Mengenang Tiga Tahun Wafatnya Pedoman Rakyat