Selamat Ulang Tahun ke-62 Pedoman Rakyat

Selamat Ulang Tahun ke-62 Harian Pedoman Rakyat

Ahad, 1 Maret 2009, pagi, isteri saya mengingatkan bahwa hari ini Pedoman Rakyat tepat berusia 62 tahun. Tanpa pikir panjang, saya langsung mengirim sms kepada sejumlah wartawan dan karyawan harian Pedoman Rakyat. Isinya, ulang tahun Pedoman Rakyat akan dirayakan dengan minum sarabba' (bajigur) dan makan pisang goreng/ubi goreng di Jalan Sungai Cerekang, Makassar.

Pak Ronny sesaat setelah menerima sms, langsung menelepon dan mengatakan dirinya sedang berada di Jakarta. Namun melalui anaknya, Reza, beliau menyumbang dana untuk acara minum sarabba' tersebut.

Malam harinya, berkumpullah sekitar 30 wartawan dan karyawan harian Pedoman Rakyat. Kami saling bersalaman, saling bertukar cerita, ada juga yang saling berpelukan, dan kami pun tertawa-tawa.

Kami saling mengucapkan selamat ulang tahun ke-62 Harian Pedoman Rakyat. Kami, meskipun sudah berpencar dengan berbagai pekerjaan, tetap berstatus wartawan dan karyawan Harian Pedoman Rakyat karena Pedoman Rakyat belum dinyatakan pailit.

Kami mengenang masa-masa ketika masih bersama di Pedoman Rakyat. Kami saling bertanya aktivitas masing-masing dan keluarga masing-masing setelah harian Pedoman Rakyat berhenti terbit sejak 3 Oktober 2007.

Beberapa jam kemudian, satu persatu teman pulang dan akhirnya kami semua berpisah. Kami bertekad mentradisikan pertemuan setiap 1 Maret.

Wartawan dan karyawan yang datang, antara lain saya sendiri (Asnawin) bersama isteri, Muhammad Arafah, Yahya Mustafa, Elvianus Kawengian, James Wehantouw, Syarifuddin "Nyong" Pattisahusiwa, Rahmah, Rusdi Sudding, Rahman, Wahyudi (Yudi), Mulyadi (Ipung), Hasanuddin (Acang), Insan Jalil, Ajhie Taruna (fotografer), Hasanuddin Tahir (Tatang), Malik, Arif Rombo, Safri, George, Fritz Yusun, Erwin, Darwis "Gogo" bersama isterinya, dan Reza Rondonuwu.

Makassar, 1 Maret 2009

Komentar

  1. Selamat ulang tahun Pedoman Rakyat..!! sukses selalu..

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum, Pas Asnawin.
    Semoga masih ingat saya, Muhammad Nurhidayat, penulis artikel Pedoman Rakyat. Semoga harian ini bisa terbit kembali pada masa mendatang.
    (081944293030)

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum, Pas Asnawin.
    Semoga masih ingat saya, Muhammad Nurhidayat, penulis artikel Pedoman Rakyat. Semoga harian ini bisa terbit kembali pada masa mendatang.
    (081944293030)

    BalasHapus
  4. Maaf saya baru lihat komentar anda. Ya, mudah2an saya tidak salah ingat tentang anda. Kalau tidak salah, anda sekarang jadi dosen. Apa kabar. Terima kasih atas komentarnya. Harian Pedoman Rakyat, sudah sangat kecil kemungkinan akan terbit kembali, tapi siapa tahu Tuhan memberi kesempatan. Aamiiin.....

    BalasHapus

Poskan Komentar

Pos populer dari blog ini

Kode Etik Jurnalistik PWI (Persatuan Wartawan Indonesia)

Mengenang Tiga Tahun Wafatnya Pedoman Rakyat