Sabtu, 07 Februari 2009

Petrus Sofyan Malia


Ketika banyak wartawan Pedoman Rakyat hengkang ke media lain atau alih profesi, Petrus Sofyan Malia tetap bertahan. Ia bertekad tetap setia bersama harian Pedoman Rakyat dan itu pun dibuktikannya. Saat Pedoman Rakyat "goyang" dan kemudian pernah tidak terbit lalu terbit lagi, ia tetap loyal bersama sejumlah wartawan dan karyawan Pedoman Rakyat. Kemudian ketika harian Pedoman Rakyat tidak terbit lagi sejak 3 Oktober 2007, hingga kini, Petrus Sofyan Malia pun tidak beralih ke koran lain. Ia lebih memilih pulang kampung di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.



Petrus Sofyan Malia

Saya mengenalnya sejak masuk menjadi wartawan harian Pedoman Rakyat tahun 1992. Waktu itu, ia bertugas posko sebagai wartawan Balaikota. Orangnya agak tenang. Dia juga seorang Kristiani yang taat.
Sebagai wartawan dan karyawan, ia tergolong sangat loyal. Ia seorang pekerja. Tak heran kalau ia cepat mendapatkan promosi jabatan dari reporter menjadi redaktur.

Loyalitasnya terbukti saat beberapa kali terjadi pimpinan Pedoman Rakyat berganti, termasuk ketika seorang keturunan Tionghoa masuk menjadi Direktur Utama dan menerapkan manajemen baru, serta membawa "gerbong" dari luar.

Ketika banyak wartawan Pedoman Rakyat hengkang ke media lain atau alih profesi, Petrus Sofyan Malia tetap bertahan. Ia bertekad tetap setia bersama harian Pedoman Rakyat dan itu pun dibuktikannya.

Saat Pedoman Rakyat "goyang" dan kemudian pernah tidak terbit lalu terbit lagi, ia tetap loyal bersama sejumlah wartawan dan karyawan Pedoman Rakyat.

Kemudian ketika harian Pedoman Rakyat tidak terbit lagi sejak 3 Oktober 2007, hingga kini, Petrus Sofyan Malia pun tidak beralih ke koran lain. Ia lebih memilih pulang kampung di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Pada hari Kamis, 5 Februari 2009, Petrus Sofyan Malia datang langsung dari kampungnya yang ratusan kilometer jauhnya dari Kota Makassar, untuk reuni dengan para wartawan dan karyawan Pedoman Rakyat di Kantor Jalan Arief Rate 29, Makassar. Saat itu, Ventje S Manuhua selaku Pelaksana Dirut PT Media Pedoman Jaya, memenuhi tuntutan wartawan dan karyawan agar membayar sebagian gaji yang masih tertinggal pada 2007.

Saat itulah kami tahu bahwa Petrus Sofyan Malia menjadi calon legislator (caleg) DPRD Provinsi Sulawesi Barat.

Kami semua mengaku salut dan mendoakannya, semoga ia benar-benar terpilih sebagai anggota DPRD Sulbar. Selamat bos, kami tidak membantu secara materi, maka kami hanya bisa memberikan dorongan motivasi dan doa, semoga rakyat Sulbar memberi kepercayaan kepadamu menjadi wakil mereka di DPRD Sulbar. Aamiin......... (asnawin)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar