Selasa, 02 Agustus 2016

Porwanas XII: PWI Sulsel Juara Umum Tenis Meja


EMAS TENIS MEJA. Pemain tenis meja PWI Sulsel, Indra Hardan (kedua dari kiri) dan Hamka (ketiga dari kiri) foto bersama Koordinator Tim Tenis Meja PWI Sulsel, Ahmad Yani Nyanggu (kedua dari kanan), serta pengurus PWI Sulsel, Mappiar (paling kiri) dan Munjin, seusai penyerahan medali cabang tenis meja Porwanas XII, di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 29 Juli 2016. Pasangan Indra Hardan/Hamka merebut medali emas pada Kelompok Umur 27-39. (Foto diambil dari akun Facebook Ahmad Yani Nyanggu)
 


---------
Sabtu, 30 Juli 2016


Porwanas XII: PWI Sulsel Juara Umum Tenis Meja


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Tim tenis meja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel berhasil merebut satu medali emas dan dua medali perak pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) ke XII, di Bandung, Jawa Barat, 25-29 Juli 2016.
Dengan modal satu medali emas dan dua perak tersebut, tim bulutangkis PWI Sulsel berhasil keluar sebagai juara umum, sedangkan peringkat kedua ditempati tuan rumah PWI Jawa Barat (dengan perolehan satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu) dan peringkat ketiga ditempati PWI Sulawesi Utara (dengan perolehan satu medali emas).
“Kami membawa semangat siri’ (harga diri, red) sebagai orang Sulawesi Selatan dan itulah yang membuat kami mampu keluar sebagai juara umum tenis meja Porwanas XII Jawa Barat,” kata Koordinator Tim Tenis Meja Porwanas PWI Sulsel, Ahmad Yani Nyanggu, kepada “Pedoman Karya”, di Makassar, Sabtu, 30 Juli 2016.
Medali emas cabang tenis meja untuk kontingen PWI Sulsel dipersembahkan oleh pasangan Hamka/Indra Hardan pada Kelompok Umur 27-39 tahun, setelah di final berhasil mengalahkan pemain tuan rumah PWI Jawa Barat, M Syafrin/Refa Riana, dengan kemenangan tiga set langsung (3-0).
Dua medali perak direbut dari nomor KU 40-49 tahun dan KU 50 Tahun ke Atas. Pada KU 40-49, pasangan petenismeja PWI Sulsel, Karyansa/Nasir Dolo yang sebenarnya lebih diunggulkan, kalah di final dari petenismeja PWI Sulut, Rully Lumintang/Deni “Boy” Moningka, dengan skor tipis 2-3.
“Karyansa dan Nasir Dolo kalah stamina, karena kebetulan waktu istirahatnya dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya lebih dekat dibandingkan pemain Sulut. Mereka (pemain Sulut) lebih lama waktu menunggunya dibandingkan pemain kita. Tenaga pemain kita terlalu banyak terkuras pada pertandingan-pertandingan sebelumnya dan akhirnya kalah pada set kelima di partai final,” ungkap Yani–sapaan akrab Ahmad Yani Nyanggu.
Medali perak lainnya dari cabang tenis meja untuk kontingen PWI Sulsel, direbut pasangan ganda Aslam/Sultan Hasanuddin pada KU 50 Tahun ke Atas, setelah di final kalah 1-3 dari petenismeja tuan rumah PWI Jabar, Agus Rudi/Chandra.
“Terus-terang persiapan kami tidak maksimal karena kurangnya perhatian dari pengurus PWI Sulsel. Selama bertanding di Porwanas, ketua dan pengurus (PWI Sulsel) juga tidak memberikan suntikan semangat, tapi demi nama baik Sulsel, kami tetap bertanding dengan penuh semangat. Saya bilang kepada pemain, kita bertanding saja demi nama baik Sulsel. Ini adalah harga diri sebagai orang Sulsel,” tegas Yani. (win)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar