Blog Grup Pedoman Rakyat

Rabu, 11 Juli 2012

Jangan Perlakukan Muhammadiyah Seperti Baju


SILATURRAHIM. Ketua PWM Sulsel Drs KH Alwi Uddin MAg (kedua dari kanan) bersama Wakil Walikota Palopo Ir H Rahmat Masri Bandaso (kedua dari kiri), Ketua PDM Kota Palopo KH Bashori Kastam (paling kiri), dan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sulsel Drs KH Jayatun MA. (Foto: Humas PWM Sulsel)




Jangan Perlakukan Muhammadiyah Seperti Baju

Sabtu, 07-07-2012
http://sulsel.muhammadiyah.or.id/berita-1356-detail-muhammadiyah-maju-karena-peran-muballighnya.html

Makassar, (Pedoman Rakyat).
Suatu waktu, KH Ahmad Dahlan bertanya kepada KH Fakhruddin. “Bagaimana caranya memajukan Muhammadiyah?” KH Fakhruddin menjawab; “Satu-satunya jalan untuk memajukan Muhammadiyah adalah menggalakkan Tabligh.“

Dialog antara pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dengan mantan Ketua PP Muhammadiyah KH Fakhruddin itu diceritakan kembali Ketua PWM Sulsel Drs KH Muh Alwi Uddin MAg, saat memberikan amanah dalam Refreshing dan Silaturrahim Muballigh dan Muballighat Muhammadiyah se-Kota Palopo, di kampus STIE dan AKBID Muhammadiyah Palopo, Sabtu, 7 Juli 2012.

“Dan untuk memajukan tabligh, kuncinya adalah memperbanyak muballigh di Muhammadiyah,” ustadz Alwi-sapaan akrab KH Alwi Uddin-pada acara yang berlangsung selama dua hari itu.


Dosen UIN Alauddin Makassar itu mengingatkan bahwa dalam ber-Muhammadiyah, para pengurus dan kader Muhammadiyah harus konsiten dan istiqamah, karena keistiqamahan dalam ber-Muhammadiyah akan melahirkan keistiqamahan dalam ber-Islam.

"Jangan memperlakukan Muhammadiyah seperti baju,  bisa dibuka dan dipasang sesuai kepentingan," tandas ustadz Alwi.

Kegiatan refreshing muballigh ini, menurut panitia pelaksana, dilaksanakan untuk menyegarkan kembali sekaligus pengembangan wawasan para muballigh/muballighat Muhammadiyah menghadapi bulan suci Ramadhan 1433 H, yang oleh Muhammadiyah ditetapkan bahwa awal Ramadhan jatuh pada hari Jumat, 20 Juli 2012.

Refreshing dan Silaturrahim Muballigh dan Muballighat Muhammadiyah se-Kota Palopo turut dihadiri utusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Luwu  Raya, yakni Luwu, Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Hadiri pula Wakil Walikota Palopo Ir H Rahmat Masri Bandaso, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sulsel Drs KH Jayatun MA, Ketua PDM Palopo KH Bashori Kastam, Ketua STIEM Palopo, dan Direktur AKBID Muhammadiyah Palopo.

Wakil Walikota Palopo yang juga kader Muhammadiyah berpesan agar pesan-pesan agama disampaikan secara baik dan benar. Hal itu penting karena kadang ada muballigh yang dalam penyampaiannya agak menjurus pada provokasi umat.

Selain itu, kondisi terkini sangat dirasakan kurangnya da’i atau muballigh di Kota Palopo yang salah satu indikasinya adalah betapa sulitnya mendapatkan Khatib pada hari Jumat.

“Untuk itu, diharapkan Muhammadiyah agar dapat melahirkan da’i atau muballigh untuk memenuhi kebutuhan akan muballigh tersebut untuk memberi warna Muhammadiyah di tengah masyarakat Kota Palopo,” katanya. (ardi)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog Pedoman Rakyat: http://pedomanrakyat.blogspot.com]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar