Blog Grup Pedoman Rakyat

Rabu, 04 November 2015

Pemilihan Ketua PWI Sulsel Yang Melelahkan


KETUA BARU. Ketua PWI Sulsel periode 2015-2020, Agussalim Alwi Hamu (berdiri kedua dari kanan), didampingi Ketua DKP PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh (kedua dari kiri) Pimpinan sidang Munjin Ashari (paling kiri) dan HL Arumahi, memberikan sambutan singkat seusai perhitungan suara pada Konferprov PWI Sulsel, di Gedung PWI Sulsel, Jl AP Pettarani 31, Makassar, Sabtu, 31 Oktober 2015, (Foto: Asnawin Aminuddin)




-----------


Pemilihan Ketua PWI Sulsel Yang Melelahkan


Oleh: Asnawin Aminuddin
(Pengurus PWI Sulsel periode 2010-2015)

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memang bukan organisasi partai politik, tetapi pemilihan ketua dan pengurus baru tidak jauh berbeda dengan pemilihan ketua dan pengurus baru organisasi partai politik.
Setidaknya, begitulah yang terjadi pada pemilihan Ketua PWI Sulsel. Dalam tiga Konferensi Provinsi (Konferprov) terakhir (2006, 2010, 2015), selalu terjadi persaingan ketat sehingga terbentuk dua atau tiga kubu.
Pada Konferprov PWI Sulsel tahun 2006 (waktu itu masih bernama Konferensi Cabang disingkat Konfercab), Zulkifli Gani Ottoh (Harian Fajar) bersaing dengan HL Arumahi (Harian Pedoman Rakyat). Hasilnya, Zugito-sapaan Zulkifli Gani Ottoh-terpilih jadi ketua (periode 2006-2010).
Empat tahun kemudian, Zugito kembali maju sebagai calon ketua dan bersaing dengan Burhanuddin Amin (Indonesia Pos grup) yang tidak lain Ketua Tim Sukses Zugito pada Konfercab 2006). Hasilnya, Zugito kembali terpilih menjadi Ketua PWI Sulsel periode 2010-2015.
Berbeda dengan Konfercab PWI Sulsel 2006, Konfercab PWI Sulsel 2010 berbuntut panjang, karena Burhanuddin Amin melaporkan Zulkifli Gani Ottoh ke pihak berwajib dan keduanya pun berseteru dalam tempo yang cukup lama.
Kasus tersebut bahkan sempat memaksa Penasehat PWI Pusat, Dewan Kehormatan PWI Pusat, dan PWI Pusat, turun tangan guna menengahi. Kasus tersebut akhirnya tidak sampai ke meja persidangan, tetapi Burhanuddin Amin kemudian mengundurkan diri sebagai anggota PWI.
Pengunduran diri Burhanuddin Amin tersebut cukup mengagetkan, karena beliau termasuk salah satu dedengkot PWI Sulsel. Wartawan senior ini pernah menjadi Sekretaris PWI Sulsel, Wakil Ketua PWI Sulsel, dan juga sukses melaksanakan berbagai kegiatan, termasuk mendirikan Perpustakaan Pers PWI Sulsel.

Tiga Kubu

Kalau pada Konfercab PWI Sulsel 2006 dan 2010 hanya terdiri atas dua kubu, maka pada Konferprov PWI Sulsel 2015, terbentuk tiga kubu, yakni kubu HM Dahlan Abubakar (Kelompok Bersama Wartawan Indonesia yang diukung sejumlah media cetak mingguan dan bulanan, serta sejumlah wartawan senior), kubu Agussali Alwi Hami (Harian Fajar grup), dan kubu Andi Pasamangi Wawo (didukung media mingguan dan bulanan).
HM Dahlan Abubakar berpasangan dengan M Dahlan Kadir (Pemred SKU Tegas) sebagai calon Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sulsel, Agussalim Alwi Hamu berpasangan dengan Zulkifli Gani Ottoh, dan Andi Pasamangi Wawo (SKU Matahari Timur) berpasangan dengan Rifai Manangkasi (Bugis Pos Online).
Ketiga kubu bersaing cukup ketat dan berupaya menggaet dukungan sebanyak-banyaknya. Mereka mengadakan beberapa kali pertemuan, mereka saling sindir, dan mereka mengadakan deklarasi.

Rumah Besar Wartawan

Kubu HM Dahlan Abubakar melakukan deklarasi yang dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Gedung MULO Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Senin 12 Oktober 2015.
UKW yang digratiskan kepada seluruh peserta tersebut, kemudian dilangsungkan di Hotel The One, Jl Gunung Latimojong Makassar, Ahad, 25 Oktober 2015, dan dihadiri Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh, serta penguji dari PWI Pusat dipimpin Marah Sakti Siregar.
Selain mengadakan UKW gratis, kubu HM Dahlan Abubakar juga menyewa sejumlah kamar pada salah satu hotel di Makassar untuk menampung para pendukungnya, terutama yang berasal dari berbagai kota dan kabupaten di Sulsel.
Dalam berbagai kesempatan, Dahlan Abubakar yang mantan Pemred Harian Pedoman Rakyat), mengatakan, PWI sebagai organisasi wartawan pertama dan terbesar di Indonesia seharusnya menjadi rumah besar bagi para wartawan. Gedung PWI Sulsel juga sebaiknya dibuat terbuka dengan berbagai fasilitas pendukung bagi para wartawan.
"Kalau diberi amanah sebagai Ketua PWI Sulsel (periode 2015-2020), maka saya akan jadikan Gedung PWI Sulsel (di Jalan AP Pettarani 31, Makassar) sebagai rumah besar bagi para wartawan," tandasnya.

Mau Dibawa Kemana PWI

Kubu Agussalim Alwi Hamu agak terlambat melakukan sosialisasi, karena Agussalim baru mengikuti UKW pada pertengahan Oktober 2015 yang merupakan salah satu syarat untuk menjadi calon Ketua PWI.
Sebelumnya diisukan bahwa Agussalim Alwi Hamu tidak memenuhi syarat sebagai calon Ketua PWI Sulsel, karena beliau tergolong masih belia untuk ukuran Ketua PWI Sulsel, bukan wartawan murni (tidak pernah menjadi reporter yang melakukan peliputan sebagaimana wartawan pada umumnya, dan semata-mata karena beliau adalah anak kandung dari HM Alwi Hamu yang Chairman Fajar Grup dan mantan Ketua PWI Sulsel), serta belum pernah menjadi pengurus harian PWI Sulsel.
Karena berbagai macam kendala tersebut, Agussalim terlambat mengambil keputusan. Karena keterlambatan itu pula, Fajar Grup mencoba mendorong Salim Jati Mamma (Harian Ujungpandang Ekspres) sebagai calon Ketua PWI Sulsel, tetapi tampaknya kurang mendapat respon dari anggota PWI Sulsel.
Mappiar HS (juga dari Harian Ujungpandang Ekspres) yang mantan Sekretaris PWI Sulsel, kemudian menyatakan diri siap maju sebagai Calon Ketua PWI Sulsel, tetapi keinginan dan kesiapan tersebut menjadi mentah karena Agussalim Alwi Hamu (Dirut PT Media Fajar Koran) akhirnya menyatakan diri siap melanjutkan kepemimpinan Zugito.
Kubu Agussalim kemudian mengadakan berbagai pertemuan, termasuk dengan mengundang sejumlah wartawan non-Fajar grup. Selanjutnya, mereka melakukan deklarasi di Hotel Swissbel, Jl Adhyaksa Baru, Makassar, Kamis, 22 Oktober 2015.
Dalam deklarasi tersebut, kubu Agussalim Alwi Hamu memasang backdrop besar dengan tulisan besar: Mau Dibawa Kemana PWI 2015?
Setelah melakukan deklarasi, kubu Agussalim kembali mengundang sejumlah wartawan untuk makan malam bersama di Restoran Pualam, pertigaan Jl Daeng Tompo – Jl Muchtar Lutfi, Makassar, Kamis, 29 Oktober 2015.
Selain itu, kubu Agussalim juga memboking sejumlah kamar hotel untuk menampung wartawan pendukungnya yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulsel.

Koran Kecil Bisatonji

            Kubu Andi Pasamangi Wawo yang berpasangan dengan Rifai Manangkasi juga melakukan berbagai upaya untuk menggaet dukungan. Mereka didukung oleh sejumlah wartawan mingguan dan bulanan.
Duet ini menggunakan tagline “ARIF” yang merupakan singkatan dari Andi Pasangan Wawo – Rifai Manangkasi. Karena didukung media cetak mingguan dan bulanan yang beroplah kecil, karena duet ARIF ini menjual kalimat “Koran Kecil Bisatonji.”
Kubu ARIF ini kemudian mengadakan acara deklarasi di Balqis Resto, Panakkukang Square, Makassar, Jumat, 23 Oktober 2015, yang dihadiri Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh,  Sekretaris PWI Sulsel Andi Amran, Ahli Pers dari Dewan Pers Yonathan Mandiangan, wartawan senior Usdar Nawawi, serta sejumlah pimpinan media dan undangan lainnya.
“Saya maju sebagai calon Ketua PWI Sulsel, terutama untuk mempersatukan wartawan agar fungsi dan peran yang diemban dapat dioptimalkan. Kita tidak ingin ada dikotomi antara wartawan harian dan wartawan mingguan, karena pada dasarnya semua wartawan memiliki tugas dan tanggungjawab yang sama,” tandas Andi Pasamangi Wawo.

Dua Putaran

Ketiga kubu ini kemudian bertarung pada Konferprov PWI Sulsel, di Gedung PWI Sulsel, Jl AP Pettarani 31, Makassar, Jumat, 30 Oktober 2015, yang pembukaannya dihadiri Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Kapolda Sulsel Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar, Ketua PWI Pusat Margiono, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang, serta ratusan undangan lainnya.
Pertarungan dimulai dengan hujan interupsi pada acara Pembahasan Peraturan dan Tata Tertib Konferprov PWI Sulsel yang dipimpin Yonathan Mandiangan. Suasana sempat memanas karena dalam interupsi tersebut juga terungkap berbagai hal yang selama ini menjadi rahasia bersama pengurus dan anggota PWI Sulsel.
Hujan interupsi kembali terjadi pada acara Laporan Pertanggungjawaban Pengurus PWI Sulsel periode 2015-2020 yang dibacakan Zulkifli Gani Ottoh.
Karena lamanya pembahasan Tatib Konferensi dan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus PWI Sulsel, maka acara Pemilihan Ketua PWI Sulsel dan Ketua DKP PWI Sulsel yang semula dijadwalkan pukul 14.35 Wita, akhirnya baru bisa dimulai pada pukul 20.00 Wita.
Acara pemilihan diawali dengan pengusulan nama calon Ketua PWI Sulsel dan nama calon Ketua DKP PWI Sulsel. Maka terpilihlah tiga nama calon Ketua PWI Sulsel dan juga tiga nama calon Ketua DKP PWI Sulsel.
Calon Ketua PWI Sulsel, yaitu Andi Pasamangi Wawo, HM Dahlan Abubakar, dan Agussalmi Alwi Hamu, sedangkan calon Ketua DKP PWI Sulsel yaitu Zulkifli Gani Ottoh, Rifai Manangkasi, dan Dahlan Kadir.
Acara pemilihan dipimpin oleh Munjin Ashari (Fajar grup), Irianto Amama (Ketua PWI Kabupaten Maros-Pangkep), dan HL Arumahi (pendukung HM Dahlan Abubakar).
Pemilihan pun kemudian dilangsungkan dengan memanggil satu per satu Anggota Biasa PWI yang memiliki hak memilih dan dipilih. Panitia menyediakan enam bilik suara. Dalam pemilihan tersebut, juga sempat terjadi protes, sehingga ada beberapa peserta yang akhirnya batal menggunakan hak suaranya.
Pemilihan dan perhitungan suara pun molor hingga pukul 02.15 Wita. Setelah dilakukan pemilihan dan perhitungan suara, ternyata belum ada calon yang memperoleh suara lebih dari 50 persen, sehingga terpaksa pemilihan dilakukan dalam dua putaran
Pada pemilihan putaran pertama, Agussalim Alwi Hamu memperoleh 157 suara, Dahlan Abubakar 153 suara, dan Andi Pasamangi Wawo 51 suara. Dengan demikian, pada putaran kedua, Agussalim Alwi Hamu akan bersaing dengan Dahlan Abubakar.
Perolehan suara calon Ketua DKP PWI Sulsel juga belum ada yang mencapai 50 persen tambah satu, sehingga juga dilakukan pemilihan putaran kedua. Tiga calon ketua DKP yang bersaing yaitu Dahlan Kadir, Rifai Manangkasi, dan Zulkifli Gani Ottoh. Calon yang maju ke putaran kedua adalah Dahlan Kadir dan Zulkifli Gani Ottoh.

Beda Tujuh Suara

Seusai pemilihan putaran pertama, kubu Agussalim Alwi Hamu dan kubu Dahlan Abubakar pun masing-masing berupaya melobi kubu Andi Pasamangi Wawo. Lobi berlangsung hingga pagi hari, kemudian berlanjut hingga menjelang pemilihan putaran kedua pada Sabtu siang, 31 Oktober 2015.
Dalam lobi tersebut sempat berkembang isu bahwa kubu Agussalim Alwi Hamu menyiapkan uang puluhan juta rupiah jika kubu Andi Pasamangi Wawo bersedia mengalihkan dukungannya kepada kubu Agussalim, namun isu tersebut ditepis oleh kedua pihak.
Upaya lain yang dilakukan oleh kedua kubu yang maju pada putaran kedua, yaitu memanggil kembali para pemilih yang sebagian sudah kembali ke daerah masing-masing pada Jumat malam setelah mereka menggunakan hak pilihnya.
Penulis dan beberapa peserta Konferprov memilih tidur di Masjid Wartawan PWI Sulawesi Selatan yang berada di area Gedung PWI Sulsel, 
Acara pemilihan putaran kedua pun dilanjutkan pada Sabtu, 31 Oktober 2015, sekitar pukul 10.00 Wita. Suasana kembali tegang, karena kini hanya dua kubu yang bersaing, yakni duet Dahlan Abubakar – Dahlan Kadir, serta duet Agussalim Alwi Hamu – Zulkifli Gani Ottoh.
Pemungutan suara berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 Wita, kemudian acara diskorsing untuk shalat ashar dan dilanjutkan kembali pada pukul 16.00 Wita untuk perhitungan suara.
Saat perhitungan suara berlangsung, terjadi kejar-mengejar suara antara Agussalim Alwi Hamu dengan Dahlan Abubakar. Suasana pun menjadi tegang, apalagi pada detik-detik terakhir.
Setelah jelas bahwa Agussalim Alwi Hamu unggul dari Dahlan Abubakar, maka bergemuruhlah suara tepuk-tangan meriah dan teriakan dari kubu Agussalim, kemudian beramai-ramailah orang menyalami Agussalim yang terpilih sebagai Ketua PWI Sulsel periode 2015-2020.
Hasil perhitungan suara, Agussalim Alwi Hamu memperoleh 187 suara, sedangkan Dahlan Abubakar memperoleh 180 suara (tidak termasuk beberapa suara yang batal atau abstain). Dengan demikian, Agussalim unggul tujuh suara dari Dahlan Abubakar.
Pada pemilihan Ketua DKP PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh unggul jauh atas Dahlan Kadir. Zugito meraih 194 suara, sedangkan Dahlan Kadir meraih 151 suara.
Total jumlah yang diperebutkan yaitu 170 suara. Beberapa suara dinyatakan batal atau abstain, baik pada pemilihan Ketua PWI Sulsel, maupun pada pemilihan Ketua DKD PWI Sulsel.
Meskipun kalah, Dahlan Abubakar tetap tenang dan juga banyak orang yang datang menyalaminya, bahkan tidak sedikit yang memeluknya dengan haru. Agussalim juga tampak mendatangi Dahlan Abubakar dan memeluknya.

Pengurus Harian

            Setelah pemilihan Ketua PWI Sulsel dan Ketua DKP PWI Sulsel, acara dilanjutkan dengan pemilihan formatur, dan hasilnya Agussalim yang otomatis sebagai ketua formatur kemudian didampingi empat formatur lainnya, yakni Zulkifli Gani Ottoh, Ismail Asnawi, Mappiar HS, dan Anwar Sanusi.
            Hasil rapat formatur, Ketua PWI Sulsel didampingi lima wakil ketua, Sekretaris Anwar Sanusi dan didampingi dua wakil sekretaris, serta Bendahara Selly Lestari didampingi seorang wakil bendahara.

------------
@copyright Majalah Pedoman Karya
http://www.pedomankarya.com/2015/10/pemilihan-ketua-pwi-sulsel-yang.html
------------

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar