Selasa, 16 Oktober 2012
Sulsel Butuh Figur Sayang
FOTO BERSAMA. Penasihat Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Sulsel, Frans Thioris (keempat dari kanan) diapit oleh Presiden PDK, Sayuti Asyathri (ketiga dari kanan) dan Ketua PDK Sulsel HM Adil Patu (keempat dari kiri), serta pengurus PDK lainnya, berfoto bersama pada pertemuan di Makassar, Oktober 2012. (ist)
Senin, 24 September 2012
Nakoula Basseley Nakoula, Si Pembuat Film Innocence of Muslims
Nakoula Basseley Nakoula (lahir 1957) adalah seorang penganut Kristen Koptik berkebangsaan Mesir-Amerika yang dikenal sebagai penulis skenario, produser, dan distributor dari film anti-Islam Innocence of Muslims.
Trailer film ini diunggah ke YouTube pada tanggal 2 Juli 2012, dan kemudian dialih-suarakan ke dalam bahasa Arab. Film ini memicu berbagai aksi protes dan kerusuhan di berbagai kota di dunia, termasuk serangan terhadap diplomatik Amerika Serikat di Libya yang menewaskan Duta Besar Christopher Stevens.
Innocence of Muslims
Salah satu adegan dalam film Innocence of Muslims. Sky News menyatakan bahwa film ini adalah sebuah film "anti-Islam" dan "dirancang untuk membuat marah umat Muslim". Menurut kantor berita Reuters, trailer film ini menggambarkan Nabi Muhammad sebagai orang yang "bodoh, hidung belang, dan penipu agama". NBC News juga menulis bahwa dalam film ini, Muhammad digambarkan sebagai seorang "casanova, homoseksual, dan pelaku pelecehan anak".
Pakai Jilbab ke Kampus Tak Dilarang di Amerika
KULIAH UMUM. Imam Masjid New York, Shamsi Ali (paling kiri), saat memberikan Kuliah Umum, di Rektorat UIN Alauddin, Makassar, Kamis, 13 September 2012. Shamsi mengatakan; "Tidak benar jika ada larangan kuliah dengan mengenakan jilbab di sana. Malah di sana ada non muslim memakai jilbab karena wujud solidaritas." (Foto: Nursam/Fajar)
Jumat, 21 September 2012
Saya Inging Dikenang sebagai Wartawan
WARTAWAN olahraga senior harian Fajar, Makassar, Piet Heriyadi Sanggelorang, meninggal dunia di Makassar, Selasa, 18 September 2012. Ketika bertemu dan berbincang terakhir kali di rumahnya, Pondok Ayu Lestari, Blok C/5, Banta-bantaeng, Makassar, Selasa, 4 September 2012, Pak Piet mengatakan, profesi wartawan sudah menjadi jalan hidupnya dan dirinya ingin mati serta dikenang sebagai wartawan. (Teks: Asnawin, foto-foto: Tamsir)
Langganan:
Postingan (Atom)



