Tampilkan postingan dengan label feature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label feature. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Januari 2022

Terselip di Antara Para Pendekar Sastra, Penyair, dan Cerpenis

TERSELIP. Penulis, Asnawin Aminuddin (pakai kopiah hitam, berdiri keenam dari kiri) foto bersama para pendekar seni, penyair, cerpenis. Duduk di depan dari kiri ke kanan, Asia Ramli Prapanca, Aslan Abidin, Mahrus Andis, dan Suradi Yasil, seusai Diskusi Puisi “Pada Sebuah Reuni” Karya Aslan Abidin, di Kafebaca, Jl Adhyaksa Makassar, Sabtu, 15 Januari 2022. (ist)

Sabtu, 30 Oktober 2010

Serba-serbi Safari Jurnalistik PWI-Pemprov Sulsel (2-habis)



RUJAB BUPATI. Rombongan Safari Jurnalistik PWI - Pemprov Sulsel diterima di Rumah Jabatan Bupati Tana Toraja. Safari Jurnalistik tersebut untuk memantau pelaksanaan Pendidikan dan Kesehatan Gratis pada beberapa kabupaten dan kota se-Sulsel. (Arsip foto Ani Hasan)

Kamis, 28 Oktober 2010

Serba-serbi Safari Jurnalistik PWI-Pemprov Sulsel (bagian-1)



SERBA-SERBI. Banyak pengalaman menarik selama perjalanan lima hari, 6-10 Oktober 2010, dalam Safari Jurnalistik PWI Sulsel – Pemprov Sulsel, ke sejumlah kabupaten dan kota se-Sulsel. Ada yang merasa ngeri tidur di losmen tua, ada yang berulang tahun, ada yang sakit, ada yang berduka, dan ada pula beberapa wartawan yang terpaksa mendorong mobil di siang bolong karena bus yang mereka tumpangi macet. Berikut serba-serbi perjalanan yang ditulis Ketua Seksi Pendidikan PWI Sulsel, Asnawin.

Jumat, 18 Juni 2010

PNS = Pengangguran Naik Sekuter


Inu Tea berpose di Jalan Perintis Kemerdekaan, depan kampus Universitas 45, Makassar, Jumat, 18 Juni 2010. Inu Tea yang mengaku masih bujang berusia 25 tahun kemudian bercerita bahwa dirinya sudah sejak Januari 2010 berada di Sulawesi Selatan dan mengelilingi seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini dengan sekuter uniknya. (foto: asnawin)

Jumat, 31 Juli 2009

Doddy Amiruddin: Menabrak Pohon tetapi Selamat



MENABRAK POHON. Pada malam harinya, dia secara sembunyi-sembunyi mengeluarkan mobil ayahnya dan memacunya dengan kecepatan tinggi, padahal saat itu ia belum mahir mengendarai mobil. Entah darimana datangnya, sebuah sepeda motor melintas dan Doddy berupaya menghindarinya, tetapi naas, mobilnya menabrak pohon. Mobil hancur berantakan dan Doddy bersama saudara sepupunya tidak sadarkan diri.

Kamis, 27 September 2007

Diramal Bakal Tinggi Pangkatnya

Drs Hanafi Mappasomba MPd

Diramal Bakal Tinggi Pangkatnya

Cita-citanya sebenarnya sederhana, yakni ingin menjadi guru, tetapi perjalanan hidup kemudian membawanya menjabat Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel dan setelah pensiun kini diberi kepercayaan menjabat Ketua Badan Akreditasi Provinsi Sulsel.
Begitulah pengalaman Drs Hanafi Mappasomba MPd. Ia tak pernah membayangkan akan menjadi pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi.
Dibesarkan di lingkungan keluarga yang sederhana, Hanafi kecil pun hanya mencanangkan cita-cita sederhana.
Karirnya dimulai sebagai guru Sekolah Dasar (SD) pada 1967, kemudian beralih menjadi guru Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga (SMKK), guru Sekolah Menengah Teknologi Kerumahtanggaan (SMTK), lalu masuk menjadi pejabat di lingkungan Kanwil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) Sulsel (sekarang Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel).
Hanya beberapa tahun di lingkungan Depdikbud, Hanafi kemudian kembali ke sekolah dan menjadi Kepala SMA Negeri 10 Makassar. Tahun 1994, ia masuk lagi di Depdikbud Sulsel lalu menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep, dan akhirnya ditarik lagi menjadi Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel hingga pensiun pada 2006.
"Teman-teman saya semasa SMP dulu mengatakan, saya pernah diramal oleh seorang narapidana. Saya sudah lupa, tetapi teman-teman masih ingat. Narapidana itu katanya mengatakan bahwa anak ini, maksudnya saya, akan tinggi pangkatnya. Saya memang memulai jadi PNS dengan pangkat 2-A dan pensiun dengan pangkat 4-D. Ini adalah pangkat tertinggi di fungsional," ungkap Hanafi kepada "PR", di Makassar, belum lama ini.
Menyinggung kiat-kiat hidupnya, ayah dari empat anak dan kakek dari enam cucu itu, mengatakan, kalau ada sesuatu yang baik yang diinginkan, maka niatkanlah dalam hati dan berupayalah dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkannya.
"Sewaktu belum pernah menginjak Jakarta, saya sangat mendambakan melaksanakan salat di Masjid Istiqlal. Setelah mendapat kesempatan ke Jakarta, saya langsung memenuhi dambaan saya itu dan hingga kini saya selalu salat di Masjid Istiqlal setiap ke Jakarta," papar suami dari Dra Andi Tenriani MSi (dosen Unismuh Makassar).
Keinginannya untuk menunaikan ibadah Haji dan umrah juga tercapai berkat niat yang baik dan berupaya mewujudkannya.
Hanafi yang sudah cukup lama menjabat Ketua YPLP PGRI Sulsel, juga mengungkapkan bahwa sejak mengenal agama Islam, dirinya tak pernah meninggalkan salat dan ibadah puasa di bulan Ramadan.
"Rasanya ada sesuatu yang tidak selesai kalau saya belum salat," tuturnya. (win/pr)

copyright@Pedoman Rakyat
Makassar, 18 September 2007


Rabu, 26 September 2007

Mimpi Memanjat Pohon Kelapa Meliuk-liuk




Mimpi kadang disebut sebagai bunga tidur, bahkan mimpi di siang hari alias mimpi di siang bolong sama sekali tidak bisa dipercaya. Tetapi tak jarang, ada mimpi kita pada masa bocah atau ketika masih kuliah yang kemudian menjadi kenyataan. Begitulah pengalaman Drs H Mukhlis MPd, Kasubdin Agama dan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel. (Foto: Asnawin)

Selasa, 25 September 2007

Menyelesaikan Konflik di Bulan Ramadhan


Ada beberapa pengalaman menarik H Patabai Pabokori ketika masih menjabat Bupati Bulukumba (periode 1995-2000, dan periode 2000-2005). Pengalaman tersebut antara lain mengadakan menyelesaian konflik antar-kelompok yang bertikai melalui wisata rohani ke Masjid Al Markaz Al Islami di Makassar, pada bulan suci Ramadan.

Minggu, 01 Juli 2007

Dijatuhi Cahaya, Punya Ilmu Kebal




''Tak lama kemudian tiba-tiba ada cahaya dari atas dan langsung menerpa tubuh saya hingga saya terbanting. Saya langsung terbangun dan mendapati tubuh saya basah oleh keringat. Saya tidak tahu apa makna mimpi itu, tetapi sampai sekarang mimpi itu tak pernah saya lupakan,'' tutur Prof Dr Idris Arief MS.

Sabtu, 30 Juni 2007

Bermimpi Diuji Dosen


"Herannya, semua pertanyaannya dan semua jawaban saya dalam ujian itu persis sama dengan yang terjadi dalam mimpi saya. Akhirnya ujian pun berjalan lancar dan saya langsung dinyatakan lulus. Dosen saya itu bilang, inilah pertama kali ada mahasiswa yang langsung lulus pada ujian pertama." (Prof Rabihatun Idris)