Tampilkan postingan dengan label berita olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita olahraga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Juli 2010

Hasil Pertandingan 16 Besar s/d Final Piala Dunia 2010

Hasil Pertandingan 16 Besar s/d Final Piala Dunia 2010

Perdelapan final (16 Besar)

1. Uruguay vs Korsel 2-1
2. AS vs Ghana 1-2
3. Jerman vs Inggris 4-1
4. Argentina vs Meksiko 3-1
5. Belanda vs Slovakia 2-1
6. Brasil vs Chile 3-0
7. Paraguay vs Jepang 0-0 (5-3 pen)
8. Spanyol vs Portugal 1-0

Perempatfinal (8 Besar)
1. Belanda VS Brasil 2-1
2. Uruguay VS Ghana 1-1 (4-2 pen)
3. Jerman vs Argentina 4-0
4. Spanyol vs Paraguay 1-0

Semifinal (4 Besar)
1. Belanda vs Uruguay 3-2
2. Spanyol vs Jerman 1-0

Juara III – IV
Jerman vs Uruguay 3-2

Final
Spanyol vs Belanda 1-0

Klasemen Penyisihan Grup Piala Dunia 2010

Klasemen Penyisihan Grup Piala Dunia 2010

Grup A
Uruguay 3 2 1 0 4-0 7
Meksiko 3 1 1 1 3-2 4
Afrika Selatan 3 1 1 1 3-5 4
Prancis 3 0 1 2 1-4 1

Grup B
Argentina 3 3 0 0 7-1 9
Korea Selatan 3 1 1 1 5-6 4
Yunani 3 1 0 2 2-5 3
Nigeria 3 0 1 2 3-5 1

Grup C
Amerika Serikat 3 1 2 0 4-3 5
Inggris 3 1 2 0 2-1 5
Slovenia 3 1 1 1 3-3 4
Aljazair 3 0 1 2 0-2 1

Grup D
Jerman 3 2 0 1 5-1 6
Ghana 3 1 1 1 2-2 4
Australia 3 1 1 1 3-6 4
Serbia 3 1 0 2 2-3 3

Grup E
Belanda 3 3 0 0 5-1 9
Jepang 3 2 0 1 4-2 6
Denmark 3 1 0 2 3-6 3
Kamerun 3 0 0 3 2-5 0

Grup F
Paraguay 3 1 2 0 3-1 5
Slovakia 3 1 1 1 4-5 4
Selandia Baru 3 0 3 0 2-2 3
Italia 3 0 2 1 4-5 2

Grup G
Brasil 3 2 1 0 5-2 7
Portugal 3 1 2 0 7-0 5
Pantai Gading 3 1 1 1 4-3 4
Korea Utara 3 0 0 3 1-12 0

Grup H
Spanyol 3 2 0 1 4-2 6
Chile 3 2 0 1 3-2 6
Swiss 3 1 1 1 1-1 4
Honduras 3 0 1 2 0-3 1

Selasa, 26 Agustus 2008

Olimpiade Beijing 2008: Tekad Indonesia Terlalu Lemah

Olimpiade Beijing 2008:
TEKAD INDONESIA TERLALU LEMAH

Pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Adhyaksa Dault, bahwa Indonesia bertekad mempertahankan medali emas pada Olimpiade Beijing 2008, bisa dibaca sebagai sebuah tekad yang lemah.
Betapa rendah target yang dicanangkan tersebut. Target dan pernyataan itu sekaligus juga “merendahkan” atlet Indonesia dari cabang olahraga lain yang turut berpartisipasi kali ini. Adhyaksa menyebut cabang olahraga bulutangkis yang paling berpeluang dan sama sekali tidak menyebut satu pun cabang olahraga lain yang berpeluang merebut medali emas.
Target tersebut mungkin realistis, tetapi tidaklah bagus “merendahkan” cabang olahraga lain. Meskipun demikian, kita juga perlu melihat dari sisi lain bahwa pernyataan Adhyaksa itu mungkin saja bagian dari cara untuk “mencambuk” semangat atlet dari cabang olahraga selain bulutangkis.
"Ya kita akan mempertahankan emas lah," kata Adhyaksa saat ditanya target Indonesia di Olimpiade Beijing 2008 pada suatu kesempatan.
Menyinggung bonus disediakan pemerintah bagi atlet Indonesia peraih medali di Olimpiade 2008, Adhyaksa mengatakan bonus tersebut akan dibicarakan kemudian, tetapi pada kesempatan lain Adhyaksa mengatakan bahwa bonus peraih medali emas tidak di bawah Rp 1 miliar.
Pada Olimpiade 2004 di Athena, Yunani, Indonesia meraih satu emas disumbangkan cabang bulutangkis melalui tunggal putra Taufik Hidayat.
Secara total pada Olimpiade 2004, Indonesia meraih satu emas, satu perak dan dua perunggu. Perak disumbangkan lifter angkat besi putri, Lisa Rumbewas.
Dua perunggu diraih atlet bulutangkis yakni tunggal putra Sonny Dwi Kuncoro dan gada putra, Flandy Limpele/Eng Hian.

Bulutangkis

Cabang bulutangkis, selalu menyumbang medali bagi kontingen Indonesia sejak Olimpiade 1992.
Pada Olimpiade 1992 di Barcelona, Spanyol, bulutangkis menyumbang dua emas, dua perak dan satu perunggu. Emas diraih tunggal putra, Alan Budi Kusuma dan tunggal putri Susi Susanti.
Di Olimpade 1996 Atlanta, Amerika Serikat, bulutangkis menyumbang satu emas lewat ganda putra Ricky Subagja/Rexy Mainaky.
Kemudian Olimpiade 2000 di Sydney, Australia, bulutangkis meraih satu emas dan dua perak. Emas disumbangkan ganda putra, Chandra Wijaya/Tony Gumawan.

24 Atlet

Indonesia pada Olimpiade ke-29 di Beijing, 8 s/d 24 Agustus 2008, mengirimkan 24 atlet dan akan mengikuti tujuh cabang olahraga, yakni atletik (2 atlet), angkat besi (5), menembak (1), renang (2), bulutangkis (11), panahan (2), dan layar (1).
Meneg Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault mengatakan, pemerintah telah menfasilitasi segala persiapan dan program untuk mencapai prestasi yang tertinggi bagi kontingen Indonesia di arena Olimpiade Beijing 2008.
“Para atlit telah memasuki Pelatnas sejak akhir Januari 2008 lalu, dengan harapan mampu berkompetisi dengan atlit negara lain,” katanya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara, pada acara pelepasan, di Istana Negara, meminta agar seluruh atlet berjuang dan memberikan yang terbaik untuk mengharumkan nama bangsa dan negara.
”Kibarkan Sang Merah Putih tinggi-tinggi pada arena pertandingan tingkat dunia itu. Doa seluruh rakyat Indonesia mengiringi perjuangan saudara-saudara ,” tandasnya.
Presiden juga berharap agar para atlit dapat memperjuangkan kehormatan dan nama baik bangsa dan negara.
”Saudara-saudara adalah putra terbaik bangsa dalam bidang olahraga yang telah dipilih. Saudara telah dilatih dan dipersiapkan dengan baik. Oleh karena itu Saudara harus yakin dan percaya diri untuk keberhasilan dalam perjuangan dan pelaksanaan tugas ini,” kata SBY.
Presiden SBY juga menyampaikan penghargaan atas kerja keras Kementerian Pemuda dan Olahraga, KONI Pusat dan Daerah, Pimpinan Pelatnas Olimpiade dan seluruh pengurus, pembina, official, yang telah mempersiapkan kontingen Indonesia untuk ikut bertanding dalam Olimpiade Beijing.
”Lanjutkan terus tugas yang penting, yang menentukan dan akan membawa nama baik bangsa dan negara kita di arena pertandingan dunia itu. Sekali lagi selamat bertugas, selamat berjuang, Tuhan beserta kita,” ujarnya.
Usai memberikan sambutan, SBY menyerahkan bendera Merah Putih kepada Ketua KONI, Rita Subowo, yang selanjutnya menyerahkan kepada Ketua Kontingen Indonesia, Rosihan Arsyad. (asnawin)-- Tabloid Demos, Agustus 2008

Sulsel Diharapkan Lima Besar di Riau

Sulsel Diharapkan Lima Besar di Riau

Setelah menembus peringkat ke-6 pada PON XVII Kalimantan Timur, Sulsel kini diharapkan bisa masuk lima besar pada PON XVIII di Riau, pekan Baru empat tahun mendatang.
Harapan tersebut dikemukakan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pada acara penerimaan dan pemberian bonus total Rp 4,3 miliar, di Gubernuran, belum lama ini, kepada atlet Sulsel yang telah berjuang pada PON XVII Kaltim 2008.
Untuk merealisasikan harapan tersebut, Syahrul meminta KONI melakukan persiapan.
“Saya titip ke KONI untuk mempertahankan prestasi ini. Jangan sampai turun. Kalau perlu di Riau, kita target lima besar,” katanya.
Syahrul mengaku tidak akan tinggal diam. Dia akan membicarakan mengenai pembinaan olahraga dengan sejumlah pengusaha.
“Saya hanya berharap atlet, pelatih, serta pengurus KONI jangan terlena dengan hasil sekarang. Saya sendiri akan memperhatikan olahraga,” tandasnya.
Secara khusus, Syahrul berpesan pada atlet agar membuang jauh-jauh pikiran dan keinginan hengkang ke provinsi lain. Dia mengatakan, uang bukanlah segalanya dalam olahraga.
“Uang itu tidak menjanjikan kebahagiaan. Tapi yang utama adalah rasa kebanggaan. Untuk saat ini, kami baru bisa memberi bonus Rp70 juta untuk peraih emas perorangan, namun jangan lihat jumlahnya. Sebab rasa kebanggaan membela Sulsel itu lebih penting. Kita keluarga besar Sulsel sangat bangga nama besar Sulsel dipulihkan,” paparnya.
Pada malam penyerahan bonus tersebut, perenang indah Sulsel, Shelvy Melowa mendapat kehormatan pertama menerima bonus langsung dari Syahrul. Shelvy sukses meraih empat medali emas dan satu perak. Total bonus yang didapatkan Shelvy adalah Rp 270 juta.

Bertambah 19 Medali

Kontingen Sulsel pada PON XVII Kaltim bertengger di posisi ke-6 dengan meraih 25 medali emas, 24 perak, serta 28 perunggu.
Dengan jumlah medali 25 emas, maka Sulsel berhasil memenuhi target 25 emas. Sedangkan secara peringkat, Sulsel melampaui target yang hanya mengincar posisi delapan sebelum PON XVII.
Dengan hasil 25 emas, 24 perak, serta 28 perunggu atau total keseluruhan 77 medali, Sulsel juga sukses menaikkan jumlah medalinya sebanyak 19 keping. Pada PON XVI di Sumatera Selatan empat tahun lalu, Sulsel hanya meraih 17 emas, 22 perak, serta 19 perunggu dengan menempati peringkat 10.
Target awal KONI Sulsel sebelum berangkat ke Kaltim, yaitu adalah 25 emas, 35 perak, serta 30 perunggu.
Belum tercapainya target medali perak dan perunggu ini karena 21 cabang dan nomor olahraga tak mampu menyumbang medali.
Ke-21 cabang dan nomor tersebut adalah aeromodeling, gantole, loncat indah, angkat berat, atletik, balap motor, voli pantai, boling, bridge, bulutangkis, golf, hoki, menembak, panahan, selam, ski air, sofbol, taekwondo, tenis meja, wushu, serta sepak bola. (asnawin)-- Tabloid Demos, Juli 2008

PON XVII Kaltim: Mampukah Sulsel Naik Peringkat

PON XVII Kaltim:
Mampukah Sulsel Naik Peringkat

Sebanyak 276 atlet Sulsel, kini tengah bertanding di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII 2008 di Balikpapan, Kaltim. Mereka mengikuti 38 dari 43 cabang olahraga yang dipertandingkan.
Jumlah atlet itu cukup banyak, apalagi ditambah pelatih, mekanik, panitia, ofisial, dan wartawan yang totalnya tercatat 440 orang. Butuh miliaran rupiah untuk membiayai mereka, mulai dari persiapan hingga usainya pesta olahraga terbesar di tanah air itu.
Pertanyaannya sekarang, mampukah Sulsel naik peringkat dibandingkan pada PON empat tahun lalu di Palembang? Sekadar diketahui, pada PON XVI, Sulsel bertengger di peringkat ke-10.
Ke-277 atlet Sulsel yang kini tengah berada di Kaltim itu mengikuti 38 cabang olahraga. Pada PON XVI di Palembang, kontingen Sulsel meraih 25 medali emas, sedangkan pada PON V di Jatim, Sulsel meraup 17 medali emas.
Ada beberapa cabang olahraga yang menjadi andalan Sulsel, yaitu karate, anggar, tinju, dayung, kempo, pencak silat, selancar angin, sepaktakraw, dan judo. Selain itu, Sulsel juga berharap atlet dari cabang lain bisa menyumbangkan medali, seperti panjat tebing yang pada PON lalu .

Target 8 Besar

Apa target Sulsel pada PON kali ini? Saat pertanyaan itu diajukan, Wakil Ketua III KONI Sulsel, H Andi Ilhamsyah Mattalatta, mengatakan, Sulsel menargetkan masuk dalam 8 besar perolehan medali.
"Target Sulsel memperbaiki rangking, minimal rangking delapan, karena dari data yang ada kita mampu meraup sekitar 30 emas, kita kuat di beberapa cabang olahraga seperti Karate, Dayung, Anggar, Kempo, Tinju, Renang, dan lainnya," ujarnya Senin (19/5).
Untuk itu Ilham mengharapkan dukungan dari masyarakat Sulsel agar kontingen Sulsel mampu mewujudkan targetnya.
"Kami mengharapkan dukungan dari pengusaha dan masyarakat Sulsel, setidaknya dukungan moril kepada kontingen," katanya.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, saat bertemu dan berjoget ria dengan para atlet Sulsel sebelum berlaga di PON XVII Kaltim, beberapa waktu lalu memberikan spirit dengan gayanya yang khas.
"Memenangkan pertandingan harus punya arti bagi atlet maupun kontingen Sulsel. Atlet tidak boleh loyo menghadapi lawan tapi bersemangat dan mempunyai spirit untuk merebut medali," katanya.
Syahrul yang juga Ketua Umum Forki Sulsel itu mengatakan, atlet yang loyo dan tidak meledak menghadapi setiap pertandingan itu karena hatinya ciut sebelum bertanding.
"Karena itu, disiplin, kemauan dan semangat membara dalam diri setiap atlet harus ditanamkan sebab tanpa sikap seperti itu medali akan jauh dari diri atlet," ujarnya membakar semangat atlet.
Gubernur Syahrul Yasin Limpo juga mengharapkan para pelatih, official dan Pengurus Koni Sulsel harus selalu resah atau gelisah memikirkan para atlet yang berlaga di PON XVII agar bias tampil sebagai juara pada setiap cabang olahraga yang dipertandingkan.
Usai berjoget bersama, Gubernur Sulsel memberikan uang perangsang kepada para atlet.
Sementara Ketua Kontingen Sulsel, HM Roem, menjawab lebih realistis ketika ditanyakan tentang target Sulsel pada PON kali ini. Mantan Bupati Sinjai yang kini menjabat Ketua DPRD Sulsel itu mengatakan Sulsel menargetkan 25 emas, 35 perak, dan 30 perunggu.

Bonus Lebih Besar

Untuk membakar semangat bertanding para atlet, Gubernur Sulsel menjanjikan bonus yang lebih besar kepada atlet Sulsel yang meraih medali di PON XVII Kalimantan Timur. Namun, para atlet diminta tidak memikirkan bonus lebih dahulu.
Sebagai gambaran, pada PON XVI Palembang 2004, setiap peraih medali emas mendapat bonus rumah senilai Rp40 juta.
"Kontingen MTQ Sulsel berhasil masuk lima besar. Kami beri bonus lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Hal sama dilakukan bagi atlet PON jika berhasil. Bonusnya juga akan lebih tinggi dari PON lalu. Itu janji saya," katanya.
Tetapi, Syahrul berharap atlet tak terlalu berpikir soal bonus. Ia ingin atlet merealisasikan target medali dan rangking yang lebih baik dari PON XVI.
"Saya yakin itu (rangking naik, Red). Saya berharap atlet dan ofisial mampu mengangkat martabat dan gengsi Sulsel," tambahnya.
Pada kesempatan itu, Syahrul menitip pesan kepada atlet. Menurutnya, semua atlet harus berangkat ke PON dengan kemenangan. "Kita harus membangun mimpi dari sekarang. Kita harus bermimpi untuk juara," katanya membakar semangat atlet.
Semangat juang bagi atlet juga menjadi penekanan khusus gubernur.
"Intinya semua harus siap menang. Baik atlet, ofisial maupun semua yang terlibat dalam kontingen ini. Saya juga sudah meminta ke kepala biro keuangan untuk mengkoordinasi 100 suporter ke Kaltim," ungkap Syahrul. (asnawin)—Tabloid Demos, Juli 2008