Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Desember 2016

Alfred Bernhard Nobel: Penemu Dinamit, Pengusaha, Dermawan


PENEMU DINAMIT. Namanya begitu fenomenal, baik sebagai penemu dinamit, maupun sebagai dermawan yang dalam wasiatnya mewakafkan hartanya untuk memberi Penghargaan Nobel. Dialah Alfred Bernhard Nobel, pria kelahiran Stockholm, 21 Oktober 1833, yang meninggal dunia di San Remo, Italia, 10 Desember 1896, pada umur 63 tahun. (int)

Senin, 31 Oktober 2016

Pendiri Muhammadiyah Pernah Disebut Kafir


PEMBUKAAN. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr Haedar Nashir, membuka Rakornas Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah (LP3M), di Balai Sidang Muktamar 47, Kampus Unismuh Makassar, Jumat malam, 28 Oktober 2016. (Foto: Asnawin Aminuddin)

Kamis, 16 Januari 2014

Johannes Gutenberg; Penemu Mesin Cetak


Johann Gutenberg dianggap sebagai penemu mesin cetak. Pria dengan nama asli Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg (sekitar 1398 - 3 Februari 1468) adalah seorang pandai besi dan pencipta berkebangsaan Jerman yang memperoleh ketenaran berkat sumbangannya di bidang teknologi percetakan pada tahun 1450-an, termasuk aloy logam huruf (type metal) dan tinta berbasis-minyak, cetakan untuk mencetak huruf secara tepat, dan sejenis mesin cetak baru yang berdasarkan pencetak yang digunakan dalam membuat anggur.

Jumat, 03 September 2010

Kota-kota Tertua di Dunia


LUXOR, MESIR. Dalam sejarah disebutkan banyak kota tua di dunia. Ada yang masih eksis sampai sekarang (abad ke-21), tetapi sebagian besar lainnya sudah hilang atau hanya bekas-bekas peninggalannya. Usia kota-kota ini telah mencapai ribuan tahun namun sampai kini kota-kota itu tetap eksis dan berkembang.

Istana Jepang



ISTANA MATSUMOTO, di Prefektur Nagano, salah satu Istana Jepang, dibangun menggunakan kayu dan batu sebagai bahan bangunan yang utama, dan dirancang sebagai pusat pertahanan sewaktu musuh datang menyerang.

Di masa perang dijadikan markas besar, tempat menyimpan dana keperluan perang, serta pusat penyimpanan perbekalan seperti makanan dan amunisi. Istana yang dianggap penting dijadikan tempat kediaman panglima perang, pusat pemerintahan dan tempat pengumpulan informasi tentang situasi perang.

Selasa, 01 Juni 2010

Pidato Lahirnya Pancasila


"Jangan mengira bahwa dengan berdirinya negara Indonesia Merdeka itu perjoangan kita telah berakhir. Tidak! Bahkan saya berkata: Di-dalam Indonesia Merdeka itu perjoangan kita harus berjalan terus, hanya lain sifatnya dengan perjoangan sekarang, lain coraknya. Nanti kita, bersama-sama, sebagai bangsa yang bersatu padu, berjoang terus menyelenggarakan apa yang kita cita-citakan di dalam Panca Sila."
--- Soekarno ---

Sejarah Perumusan Pancasila



SOEKARNO-HATTA. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada Sidang BPUPKI, tanggal 1 Juni 1945, katanya:
Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Minggu, 11 Oktober 2009

Legenda Wong Fei Hung



WONG FEI-HUNG yang lahir pada 1847 di Kwantung (Guandong) berasal dari keluarga muslim yang dikenal ahli dalam ilmu pengobatan dan beladiri tradisional Tiongkok (wushu). Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah tabib dan pemilik klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong), serta menguasai wushu tingkat tinggi yang membuatnya terkenal sebagai salah seorang dari Sepuluh Macan Kwantung.

Wong Fei Hung Ternyata Ulama dan Pendekar Sekaligus Tabib



Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Kamis, 23 Juli 2009

Daftar Pahlawan Nasional Indonesia


SULTAN HASANUDDIN lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Januari 1631, dan meninggal di Makassar, pada 12 Juni 1670 pada umur 39 tahun. Sultan Hasanuddin adalah Raja Gowa ke-16 dan pahlawan nasional Indonesia, yang terlahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape. Setelah memeluk agama Islam, ia mendapat tambahan gelar Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana, hanya saja dia lebih dikenal dengan Sultan Hasanuddin. Dia diangkat menjadi Sultan ke-6 Kerajaan Gowa dalam usia 24 tahun (tahun 1655).

Rabu, 08 Juli 2009

Nama Makassar Sudah Ada Sejak 1364


JALAN SOMBA OPU Makassar pada tempo dulu. Makassar adalah nama tempat bandar niaga kerajaan kembar Gowa dan Tallo. Kerajaan kembar itulah yang kemudian menyandang nama Kerajaan Makassar. Nama Makassar sudah disebut dalam naskah kuno Jawa, Negara Kertagama, yang ditulis oleh Prapanca, pada 1364. Naskah itu juga menyebut nama Luwu, Bantaeng, dan Selayar.

Senin, 21 Januari 2008

Sejarah Harian PEDOMAN RAKYAT


Harian Pedoman Rakyat adalah surat kabar Indonesia yang terbit di Makassar sejak 1 Maret 1947. Pendirinya adalah Soegardo (1916-1955) dan Henk Rondonuwu (1910-1974). Harian Pedoman (terbit perdana dalam bentuk majalah bulanan dengan nama Pedoman, pada Sabtu, 1 Maret 1947) lahir dari perjuangan untuk tetap memperjuangkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Senin, 20 Agustus 2007

Mengenang Detik-detik Proklamasi (3-habis)


Pagi harinya, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani, dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno, dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, Wakil Walikota Jakarta saat itu, dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.

Mengenang Detik-detik Proklamasi (2)


RUMAH PERSINGGAHAN. Inilah rumah persinggahan Soekarno (bersama isterinya, Fatmawati, dan anaknya Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, saat “diculik” kaum muda, sehari menjelang Proklamasi Kemerdekaan RI. Rumah milik warga Karawang, Djiauw Kie Song, terletak di Jalan Sejarah, Dusun Kalijaya I Desa Rengasdengklok Utara, Karawang, Jawa Barat. (int)

Mengenang Detik-detik Proklamasi (1):


PROKLAMASI. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 Tahun Masehi, atau 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang, atau 17 Ramadan 1365 Tahun Hijriah. Naskah proklamasi dibacakan oleh Ir Soekarno, didampingi oleh Drs Muhammad Hatta, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini, Jakarta Pusat.


Rabu, 15 Agustus 2007

Sejarah Kota Makassar (7-habis)


VOC (Belanda) yang datang belakangan, ingin menaklukkan wilayah-wilayah di nusantara, termasuk pelabuhan Makassar, tetapi Sultan Hasanuddin sebagai Raja Gowa tidak memberi peluang. Sultan Hasanuddin membuka peluang yang sangat luas bagi para pedagang untuk melakukan aktivis dagang tanpa mempersoalkan asal kebangsaannya, termasuk VOC, tetapi VOC ingin lebih dari itu yakni ingin menguasai jalur-jalur perdagangan di wilayah timur. (int)

Sejarah Kota Makassar (6):



SYECH YUSUF. Pesan-pesan terselubung Syech Yusuf kepada Raja Banten dan Raja Makassar (Gowa) akhirnya tercium oleh Kompeni di Batavia. Pemerintah Kompeni terkejut atas terjadinya pemberontakan rakyat Banten, pemberontakan Haji Miskin di Sumatera Barat, dan pemberontakan Sultan Abdul Jalil (Raja Gowa yang ke-19) yang menggugat perjajian Bungaya dan menginginkan agar Fort Rotterdam dikembalikan kepada Kerajaan Gowa. (foto: wikipedia.org)

Sejarah Kota Makassar (5):


Tidak diragukan lagi, nama Makassar menjadi buar bibir dan harum di beberapa negara karena perjuangan, kebesaran, dan ketokohan Syech Yusuf.
Syech Yusuf adalah putra asli suku bangsa Makassar. Ia adalah anak dari Raja Gowa ke-14, Sultan Alauddin (memerintah pada 1593-1639) dari isterinya Sitti Aminah (bukan permaisuri). Syech Yusuf lahir pada 1626, ketika ayahnya giat melakukan Islamisasi ke dalam masyarakat Sulawesi Selatan.

Senin, 13 Agustus 2007

Sejarah Kota Makassar (4):



''Untuk tidak mengecewakan, maka kota pelabuhan Makassar diberi hadiah sebagai pintu gerbang, tempat berlalunya kegiatan perdagangan maritim ke kawasan timur Indonesia maupun ke negara asing lainnya. Predikat itu juga berkenan dengan pemberian status kotamadya (staatsgemeente) pada April 1906, bersama empat kota lainnya, yakni Batavia, Semarang, Surabaya, dan Medan,'' ungkap Edward L Poelinggomang. (int)

Sejarah Kota Makassar (3):


BENTENG SOMBA OPU. Dengan dasar itulah, Speelman menulis surat kepada Gubernur VOC di Batavia yang melaporkan bahwa pihak penguasa Kerajaan Makassar belum bersedia menerima sepenuhnya butir-butir perjanjian dan tetap menunjukkan sikap permusuhan.

Perang pun tak terhindarkan lagi antara tahun 1668 hingga 1669, tetapi perang dimenangkan oleh kompeni yang kemudian membumihanguskan Benteng Sombaopu.