Jumat, 04 November 2011
Usai Ngopi dengan Pangdam, Wartawan Langsung Menembak
Wartawan diajari menembak oleh anggota TNI di markas Yon Kavaleri 10 Serbu Kodam VII Wirabuana, jalan Perintis Kemerdekaan, seusai ngopi bareng Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI M Nizam. Coffee morning ini, juga dihadiri Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, puluhan wartawan cetak dan elektronik di Makassar. (Foto: Tribun/Mail)
Sabtu, 29 Oktober 2011
Wahai Pemuda, Siapakah Engkau Kini?
Wahai pemuda Indonesia, siapakah engkau kini? Engkaukah yang selalu melakukan aksi unjukrasa secara anarkis, engkaukah yang kini terlibat menjadi pengangguran terdidik, engkaukah yang kini “berselingkuh” dengan birokrat dan politisi mencuri uang negara? Maafkan kalau kami bertanya, karena kami tidak mengenalimu lagi.
Senin, 24 Oktober 2011
Kronik 42 Tahun Khadafi di Tampuk Kekuasaan
Muammar Khadafi adalah
seorang pemimpin yang kontroversial. Ia menjadi salah satu ikon anti Amerika
serikat (AS) atau barat. Namun, di sisi lain, Khadafi merupakan sosok diktator,
khususnya bagi rakyat Libya. Selama 42 tahun, Kolonel Khadafi memusatkan
kekuasaan di tangannya. Selama itu pula, banyak peristiwa-peristiwa penting
yang menjadi tonggak perjalanan politik Khadafi baik di dalam negeri maupun
luar negeri.
Inilah Wasiat Khadafi
Ini adalah yang keinginanku. Saya, Muammar bin Mohammad bin Abdussalam bi Humayd bin Abu Manyar bin Humayd bin Nayil al Fuhsi Khadafi, bersumpah bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Saya bersumpah bahwa saya akan mati sebagai seorang muslim. Jika saya terbunuh, saya ingin dikubur, sesuai ritual Islam, dengan pakaian yang saya pakai pada saat kematian menjemput juga dengan tubuh kotor saya, di pemakaman Sirte, di samping keluarga dan kerabat saya. (Foto: Desliana Carolina)
Rabu, 19 Oktober 2011
Ronny Wijaya Divonis Penjara 1,5 Tahun
Ronny Wijaya alias A Yang (51) divonis satu tahun dan enam bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa, 18 Oktober 2011, setelah terbukti dan mengakui perbuatannya menilep uang arisan senilai milyaran rupiah dari puluhan warga keturunan Tionghoa di Makassar. (Foto: ist)
Langganan:
Postingan (Atom)




