Selasa, 22 Desember 2009

Lovely December 2009 di Toraja Ibarat Magnet



Lovely December 2009 di Toraja Ibarat Magnet

Oleh: Asnawin
Makassar, 22 Desember 2009

Lovely December atau Desember Kasih Sayang adalah program atau kegiatan pariwisata Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara yang bertujuan menarik sebanyak-banyaknya wisatawan lokal (wislok), wisatawan nusantara (wisnus), dan wisatawan mancanegara (wisman), terutama orang-orang Toraja yang berada di perantauan, untuk berkunjung ke Toraja pada akhir bulan Desember.

Kegiatan pariwisata itu dilaksanakan pertama kali pada Desember 2008 dan tahun 2009 ini kembali dilaksanakan dengan mengadakan berbagai kegiatan.

Agenda kegiatan Lovely December 2009, meliputi : Kontes Dodo' Pandin (semacam acara Dara dan Daeng di Makassar atau Abang dan None Jakarta (5 Desember), pertandingan bridge (5-6 Desember).

Selain itu, juga diadakan lomba fox hunting wisata (12-13 Desember), pementasan hiburan rakyat dan tari-tarian dari IKAT (Ikatan Keluarga Toraja), festival musik band (12-18 Desember), lomba tracking (19 Desember), atraksi permainan rakyat silaga ulu (adu kepala) (24 Desember), fun rafting (lomba arung jeram) SYL Cup (24 Desember), serta panggung gembira yang diramaikan artis-artis ibukota Jakarta (25 Desember).

Pada puncak acara 26 Desember 2009, diadakan berbagai kegiatan yakni Natal Oikumene, Pencanangan Sapta Pesona oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, atraksi mangngarak lettoan-memanggul rumah adat mini yang di dalamnya ada babi hidup), festival budaya ma'lambuk (tumbuk padi), atraksi budaya ma'bugik (sejumlah perempuan berdansa sambil berpegangan tangan membentuk lingkaran diiringin musik tradisional Toraja), dan rambu tuka' (pesta syukuran) peresmian rumah jabatan Bupati Tana Toraja.

Dalam bincang-bincang dengan Ketua Panitia Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang juga Kasubdin Kerjasama dan Peran Serta Masyarakat), Bruno S. Rantetana, serta Humas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel Muslimin Dolo, di Makassar, Senin, 21 Desember 2009, juga terungkap bahwa selain acara yang terdaftar dan resmi diadakan oleh panitia, juga masih ada kegiatan lain yang diadakan oleh masyarakat.

Persekutuan Gereja Kibaid Indonesia juga akan mengadakan acara Natal Umum dari seluruh umat Kibaid se-Indonesia yang diperkirakan bakal dihadiri ribuan anggota jemaatnya.

Selain itu, juga ada acara touring chevrolet dari Jawa dan Makassar menuju Toraja. Touring Chevrolet ini akan diikuti sejumlah pejabat dan semuanya wajib memakai mobil chevrolet. Mereka akan dijamu makan malam (Kamis malam, 24 Desember) oleh Walikota Parepare, Zain Katoe, dan makan siang (Jumat siang, 25 Desember) oleh Bupati Sidrap, Rusdi Masse.

Pejabat yang diundang antara lain enam menteri Kabinet Indonesia Bersatu II (Menbudpar, Menteri PU, Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, Menko Kesra, Menpora, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak), sejumlah Duta Besar, sejumlah gubernur, serta seluruh bupati dan walikota se-Sulawesi Selatan.

Dengan banyaknya kegiatan dan berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, ditambah dengan banyaknya konfirmasi kehadiran wisnus dan wisman mancanegara, Tana Toraja dan Toraja Utara pada akhir Desember 2009 ini bakal mendapat tamu wisatawan ratusan ribu orang.

Boleh jadi seluruh 1.548 kamar dari 81 hotel, penginapan, wisma, dan home stay di Tana oraja dan Toraja Utara, bakal terisi seluruhnya.

Jika prediksi itu benar, maka tak dapat disangkal lagi bahwa Lovely December 2009 telah menjelma menjadi magnet, yang mampu menarik puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu wisatawan ke Toraja.



Lovely December 2008

Sebagai wartawan, saya sudah banyak kali berkunjung ke Tana Toraja (kini sudah dimekarkan menjadi dua kabupaten, yakni Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara).

Tahun 2008 lalu, saya sebagai wartawan dan sebagai dosen turut menghadiri Lovely December 2008 di Toraja. Ketika itu, saya membawa puluhan mahasiswa semester lima, jurusan Jurnalistik, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Mereka adalah mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Praktek Penulisan Berita yang saya ajarkan.

Sebelum berangkat ke Toraja, saya antara lain telah membekali mereka cara dan teknik meliput acara-acara seremoni, acara seni budaya, dan acara-acara pariwisata. Kemudian saya membagi tugas peliputan dan mewajibkan mereka membuat laporannya dalam bentuk berita (straight news atau feature news), lengkap dengan foto-fotonya.

Kami secara khusus berterima kasih kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan ketika itu, Ama Saing, serta Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung yang banyak membantu kami.

Perjalanan dan praktek peliputan berita Lovely December 2008 di Toraja, sangat berkesan bagi kami, khususnya bagi mahasiswa saya yang hampir semuanya belum pernah berkunjung ke Toraja. Salah satu yang sulit mereka lupakan yaitu ketika bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan para undangan dijamu makan siang oleh pengusaha dan pemuka masyarakat Toraja, Haji Murad.

Selain jarak yang jauh dan kondisi jalanan yang kurang bagus menuju rumah Haji Murad yang berada di atas ketinggian, kami juga agak kaget dan khawatir setelah berkumpul bersama para undangan lainnya, khususnya masyarakat setempat.

Kaget dan khawatir karena ternyata makanan yang disajikan terbagi dua, satu bagian untuk umat Kristiani dengan hidangan atau makanan khas daging babi (daging babi diharamkan bagi umat Islam), sedangkan satu bagian lainnya makanan untuk umum.

Sebagian besar warga setempat akhirnya pulang dengan membawa daging babi yang tersimpan dalam sepotong bambu besar berukuran panjang antara 50 sentimeter hingga satu meter. Namun dengan membaca basmalah disertai permohonan ampun dan lindungan Allah SWT, kami pun turut makan bersama dengan para undangan lainnya.

Yang juga berkesan tahun lalu, karena hampir sepanjang perjalanan dari Makassar ke Toraja, selama di Toraja, dan dalam perjalanan pulang dari Toraja ke Makassar, hujan terus menerus turun, kadang rintik-rintik dan kadang-kadang deras.

Itulah sedikit informasi tentang kegiatan pariwisata Lovely December di Toraja dan kesan perjalanan saya menghadiri kegiatan tersebut tahun 2008. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.

Senin, 07 Desember 2009

Suparwono Manusia Tertinggi di Indonesia


Photo copyright by EPA/MAST IRHAM

Harian Jawa Pos, Surabaya
[ Kamis, 03 Desember 2009 ]

Suparwono Manusia Tertinggi di Indonesia
- Diukur Muri, Tak Layak Masuk Guinness Book of World Records

JAKARTA - Harapan Suparwono, 24, supaya namanya bisa dicatat sebagai manusia tertinggi di dunia dalam Guinness Book of World Records tidak akan pernah kesampaian. Sebab, buruh tani warga SP 8, Desa Tri Tunggal Jaya, Gunung Agung, Tulang Bawang, Lampung, itu ternyata lima sentimeter lebih pendek bika dibandingkan dengan pemegang rekor manusia tertinggi di dunia saat ini, yakni Sultan Kosen.

Warga Turki itu memiliki tinggi tubuh 2,47 meter. Kosen masuk Guinness Book of World Records sejak September lalu setelah ''mengalahkan' ' Bao Xishun, warga Tiongkok, yang setinggi 236,1 cm.

Sebelumnya, Suparwono diklaim setinggi 270 cm atau lebih tinggi ketimbang Kosen. Ada pula yang menyebutkan, tinggi mantan pemain salah satu klub basket di Surabaya itu 271 cm.

Hasil pengukuran resmi yang dilakukan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) kemarin (2/12) sama sekali berbeda. Muri mengukur tinggi Suparwono ''hanya'' 2,42 meter. Acara pengukuran di Jakarta itu juga dihadiri pendiri Muri yang juga bos Pabrik Jamu Jago Jaya Suprana.

Jadi, Suparwono tidak memenuhi kualifikasi untuk masuk Guinness Book of World Records. Tetapi, pengukuran tersebut sudah cukup menjadikan dia sebagai manusia tertinggi di Indonesia.

''Tim kami dari Muri telah mengukur Suparwono dalam posisi berbaring maupun berdiri. Hasilnya, dia memiliki tinggi tubuh 2,42 meter,'' terang Direktur Muri Ngadri, seperti dikutip AFP. ''Kami menerima banyak laporan pagi ini, termasuk hasil pengukuran dari rumah sakit, yang menyebutkan bahwa dia setinggi 2,71 meter. Tetapi, kami tetap berpegang pada pengukuran kami,'' tegasnya.

Nama Suparwono menjadi sangat populer pekan ini setelah salah seorang kerabatnya di Lampung mengundang para tetangga untuk berfoto bersama dengannya. Beberapa hari terakhir, dia muncul di acara talk show televisi di Jakarta sebagai ''Raksasa asal Lampung''. Tetapi, Suparwono justru lebih suka disebut sebagai ''manusia gajah''.

Sebelum ke Jakarta kemarin, Suparwono sempat diundang ke Kantor Gubernur Lampung dan dijamu. Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. dan staf terlihat antusias menyaksikan pria kelahiran Banyumas, Pringsewu, 4 November 1983, tersebut makan.

Suparwono mengatakan terkadang merasa ''bangga'' dengan tinggi tubuhnya. ''Tetapi, (ukuran tubuh yang tinggi) itu juga menimbulkan masalah karena saya tak bisa hidup seperti orang yang normal,'' katanya.

Dia mencontohkan kesulitannya masuk bus umum atau mencari ukuran pakaian dan sepatu yang sesuai. Saat pamit ke gubernur Lampung, dia tanpa alas kaki karena tidak menemukan sepatu atau sandal berukuran 64.

Di sela acara wawancara televisi, Suparwono juga bercerita pengalamannya menjadi manusia tertinggi. ''Saya baru menyadari tinggi tubuh saya yang luar biasa ketika berusia 10 tahun. Saat itu saya sudah menjadi siswa tertinggi di sekolah dan desa saya,'' katanya.

Saat ini Suparwono tinggal bersama orang tuanya dan menjadi buruh tani. Dia kadang bekerja secara serabutan untuk mendapatkan penghasilan. ''Dalam sehari, saya menghabiskan tiga kilogram beras dan sedikitnya 15 butir telur,'' tuturnya. (AFP/dwi)

PSM vs Pelita Jaya 0-0

Harian Fajar (www.fajar.co.id) Minggu, 06-12-09 | 22:17 | 330 View Bermain Dikandang, PSM Gagal Raih Poin Penuh - PSM vs Pelita Jaya 0-0 MAKASSAR -- Meskipun bermain di kandang sendiri, stadion Andi Mattalatta, PSM Makassar gagal meraih poin penuh. Anak-anak Makassar hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan tamunya, Pelita Jaya, dalam laga lanjutan Superliga Indonesia, 6 Desember 2009, pukul 19.30 Wita, malam tadi. Pada pertandingan tadi malam, PSM yang tampil tanpa Striker Christian Carrasco dan Daryoush sebenarnya bermain bagus sejak kick off babak pertama dimulai. Serangan-serangan pemain PSM beberapa kali mengancam gawang Pelita Jaya. Hanya saja, penyelesaian akhir yang kurang bagus dari anak asuh Hanafing ini, sehingga gawang Pelita tetap aman hingga akhir babak pertama. Memasuki babak kedua, tensi permainan PSM mulai menurun. Terlebih lagi, kapten tim PSM, Syamsul Chaeruddin menerima kartu kuning kedua sehingga harus meninggalkan lapangan pertandingan. PSM pun memasukkan Aditya Putra Dewa untuk menambah daya serang PSM. Masuknya Putra Dewa, sempat menghidupkan lagi alur serangan anak-anak Makassar, terhitung ada 3 peluang yang tercipta dari kaki pemain muda ini. Tapi begitulah, hanya masalah penyelesaian akhir saja yang kurang bagus sehingga skor tidak berubah, tetap 0-0 hingga pertandingan usai. Dengan hasil imbang yang diraih "Pasukan Ramang" julukn PSM, posisi mereka di daftar klasemen sementara naik ke posisi 14 dengan 9 poin di bawah Bontang FC. Sedang bagi Pelita Jaya, hasil seri ini tidak merubah posisi mereka di dasar klasemen dengan poin 3. (riz)