Tahun 1980-an. Auditorium Dewan Kesenian Makassar (DKM) dipadati penonton. Malam itu, naskah drama “Uleng Lolo Labu’ede”, karya A.M. Mochtar, dipentaskan. Sutradaranya Fahmi Syariff, dan saya berperan sebagai “Petta Pa’bicara” (selevel perdana menteri kerajaan). Banyak penonton yang hadir, termasuk mahasiswa dan para dosen. Salah seorang guru besar yang sempat saya ingat turut hadir adalah Prof Dr Abu Hamid, Antropolog Unhas asal Sinjai yang juga peminat teater.




