Sabtu, 11 Juli 2009

Terlindas Perubahan

Perubahan adalah kepastian yang tak terbantahkan

Tapi jangan biarkan dirimu terlindas oleh arusnya

Hingga menjadi hina di mata zaman

 

Hadapilah hidup ini dengan tegar

Sambutlah perubahan dengan iman di dada

Dan takwa sebagai cahaya yang memandu langkahmu

Rabu, 08 Juli 2009

Mereka Tak Ada Apa-apanya

Mereka Tak Ada Apa-apanya
(Buat Alifian Mallarangeng)

Karya: Asnawin

Ah, kita tidak perlu khawatir
Mereka terlalu kecil
Tak mungkin
Mampu melawan kita

Ah, mereka tak ada apa-apanya
Optimisme mereka
Tingkah polah mereka
Semuanya semu

Ah, sudahlah
Biarkan saja mereka
Bicara dan berbuat
Kita pasti menang

Makassar, 8 Juli 2009
(Hari ”H” Pemilu Presiden 2009)

Belum Saatnya

Belum Saatnya
(Buat Alifian Mallarangeng)

Karya : Asnawin

Kalian hanya etnis kecil
Jumlah kalian sedikit
Apa yang bisa kalian andalkan

Negeri ini terlalu besar
Bagi kalian
Jangan bermimpi jadi pemimpin

Etnis tertentu terlalu besar
Kalian tak akan mampu
Melawan mereka

Berhentilah bermimpi
Belum saatnya
Kalian jadi pemimpin

Makassar, 8 Juli 2009
(Hari ”H” Pemilu Presiden 2009)

Kegelisahan Seorang Wartawan



Kegelisahan Seorang Wartawan

(Sajak Buat Pengurus dan Anggota PWI Sulsel)

Oleh : Asnawin

Ada kegelisahan
Ada kesesakan
Ada kesedihan
Ada kemauan

Wartawan gelisah
Wartawan sesak
Wartawan sedih
Wartawan mau

Gelisah ingin maju dan berkualitas
Sesak sebagai anggota organisasi kewartawanan
Sedih melihat sebagian rekan wartawan lain
Mau mengangkat harkat dan martabat korps wartawan

Wahai para pengurus organisasi kewartawanan
Wahai para wartawan senior
Wahai para pemilik media massa
Wahai para wartawan muda

Masih adakah kegelisahan di tubuh kita
Masih adakah kesesakan di dada kita
Masih adakah kesedihan di hati kita
Masih adakah kemauan di diri kita

Semarang, 29 Agustus 2007

(puisi ini dimuat di Harian Fajar, Makassar, pada 17 Februari 2008)

Aku Tidak Mau Terjatuh

Aku Tidak Mau Terjatuh

Karya : Asnawin

Ranting tua itu hampir patah
Badanku terlalu berat baginya
Sudah terlalu lama aku bergelantungan
Kakiku sudah hampir mencapai tanah

Aku harus segera melompat
Aku harus pindah ke ranting lain
Aku tidak mau terjatuh
Aku tidak mau terjerembab

Karena tanah di bawah sana becek
Karena tanah di bawah sana berbau
Karena tanah di bawah sana berlumpur
Karena tanah di bawah sana kotor

Makassar, 9 November 2007