Kepekaan
Karya : Asnawin
Seorang perempuan setengah baya
Duduk di tepi jalan raya depan hotel berbintang
Pakaiannya lusuh
Rambutnya acak-acakan
Di pangkuannya ada seorang bayi perempuan
Sedang tidur
Lelap
Di depan kedua perempuan itu
Tergeletak sebuah mangkok
Beberapa recehan dan lembar seribuan terlihat di sana
Seorang lelaki setengah baya
Berjalan melewati kedua perempuan itu
Pakaiannya bersih dan rapi
Rambutnya tersisir rapi
Di tangan kirinya terjinjing tas hitam
Tangan kanan memegang handphone
Dia asyik berbicara entah dengan siapa di balik telepon
Sambil tertawa-tawa
Dia berlalu begitu saja
Seolah tak melihat keberadaan kedua perempuan itu
Jakarta, 15 Mei 2008
Rabu, 08 Juli 2009
Tanpa Kata-kata
Tanpa Kata-kata
(Buat Kakanda Putra Jaya)
Karya : Asnawin
Seorang pemuda setengah pengangguran
Menemui seorang pengusaha media
Di sebuah warung kopi
Mereka pun asyik ngobrol
Tertawa-tawa
Bersama beberapa orang dalam satu meja
Menjelang magrib
Sang pengusaha media pamit
Dia diantar beberapa orang
Si pemuda setengah pengangguran
Hanya menyalami sambil tersenyum
Lalu duduk kembali di kursinya
Tak lama kemudian
Seorang pemuda berbadan tegap
Mendatangi si pemuda pengangguran
Sambil tersenyum tangannya langsung bekerja
Menyelipkan beberapa lembar uang seratus ribu
Ke kantong si pemuda dan langsung pergi tanpa kata-kata
Jakarta, 15 Mei 2008
(Buat Kakanda Putra Jaya)
Karya : Asnawin
Seorang pemuda setengah pengangguran
Menemui seorang pengusaha media
Di sebuah warung kopi
Mereka pun asyik ngobrol
Tertawa-tawa
Bersama beberapa orang dalam satu meja
Menjelang magrib
Sang pengusaha media pamit
Dia diantar beberapa orang
Si pemuda setengah pengangguran
Hanya menyalami sambil tersenyum
Lalu duduk kembali di kursinya
Tak lama kemudian
Seorang pemuda berbadan tegap
Mendatangi si pemuda pengangguran
Sambil tersenyum tangannya langsung bekerja
Menyelipkan beberapa lembar uang seratus ribu
Ke kantong si pemuda dan langsung pergi tanpa kata-kata
Jakarta, 15 Mei 2008
Jangan Jadi Wartawan
Asnawin
Jangan Jadi Wartawan
Karya : Asnawin
Jangan menjadi wartawan kalau niatnya mencari uang
Jangan menjadi wartawan kalau hanya ingin cari teman
Jangan menjadi wartawan kalau tak punya minat
Jangan menjadi wartawan kalau tak punya bakat
Jangan menjadi wartawan kalau hanya ingin cari nama
Jangan menjadi wartawan kalau hanya berbekal idealisme
Jangan menjadi wartawan kalau hanya ikut-ikutan
Jangan menjadi wartawan kalau tidak jelas masa depanmu
Jadilah wartawan karena minat, bakat, dan niat yang baik
Jadilah wartawan cerdas dan punya obsesi
Jadilah wartawan profesional
Jadilah wartawan yang disegani dan dihormati
Jakarta, 19 Mei 2008

Jangan Jadi Wartawan
Karya : Asnawin
Jangan menjadi wartawan kalau niatnya mencari uang
Jangan menjadi wartawan kalau hanya ingin cari teman
Jangan menjadi wartawan kalau tak punya minat
Jangan menjadi wartawan kalau tak punya bakat
Jangan menjadi wartawan kalau hanya ingin cari nama
Jangan menjadi wartawan kalau hanya berbekal idealisme
Jangan menjadi wartawan kalau hanya ikut-ikutan
Jangan menjadi wartawan kalau tidak jelas masa depanmu
Jadilah wartawan karena minat, bakat, dan niat yang baik
Jadilah wartawan cerdas dan punya obsesi
Jadilah wartawan profesional
Jadilah wartawan yang disegani dan dihormati
Jakarta, 19 Mei 2008
Ternyata Tidak Mudah
AsnawinTernyata Tidak Mudah
Karya : Asnawin
Ketika tertumbuk pada satu persoalan
Aku ingin segera melakukan perubahan
Tetapi ternyata tidak mudah
Karena melakukan perubahan butuh keberanian
Setelah membuat konsep yang seolah-olah sudah matang
Aku ingin segera merealisasikannya
Tetapi ternyata tidak mudah
Karena merealisasikan konsep butuh modal dana
Teman-teman memberikan saran dan solusi
Aku ingin segera menempuhnya
Tetapi ternyata tidak mudah
Karena teman lain meragukannya dan menyuruhku berpikir ulang
Aku kemudian berada di persimpangan
Aku ingin segera mengakhiri semua ini
Tetapi itu juga ternyata tidak mudah
Karena aku harus tetap hidup
Makassar, 5 Juni 2008
Nama Makassar Sudah Ada Sejak 1364
JALAN SOMBA OPU Makassar pada tempo dulu. Makassar adalah nama tempat bandar niaga kerajaan kembar Gowa dan Tallo. Kerajaan kembar itulah yang kemudian menyandang nama Kerajaan Makassar. Nama Makassar sudah disebut dalam naskah kuno Jawa, Negara Kertagama, yang ditulis oleh Prapanca, pada 1364. Naskah itu juga menyebut nama Luwu, Bantaeng, dan Selayar.
Langganan:
Postingan (Atom)
