Pos

Menampilkan pos dari Desember, 2008

Media Cetak Mulai Banyak Diragukan

Kompas Online
Senin, 3 Maret 1997

Media Cetak Mulai Banyak Diragukan

Ujungpandang, Kompas

Masa depan dan eksistensi media cetak kini banyak diragukan
kelanjutan. Ada yang beranggapan bahwa kemajuan teknologi informasi
dan komunikasi serta media elektronik telah mengambil alih peran media
cetak.

Demikian dikatakan LE Manuhua, Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi
Harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dalam resepsi Ulang Tahun ke-50
harian ini, Sabtu (1/3) malam di Ujungpandang.

"Namun tidak kurang yang beranggapan peranan medai cetak akan terus
bisa bertahan, karena memiliki karakter khusus dalam penyajian
informasi serta cukup luas wilayah jangkauannya sampai ke daerah
terpencil," kata Manuhua.

Menurut tokoh pers Sulses ini, salah satu tantangan terbesar media
cetak, khususnya di daerah, adalah mulai merebaknya surat kabar
elektronik atau electronic newspaper yang konon lebih ekonomis dari
media cetak. Bila 80 persen ongkos produksi media cetak untuk bia…

Menggugat yang maju

Gambar
Koran-koran daerah juga menyedot cukup banyak penghasilan dari iklan. Pikiran Rakyat, misalnya, bisa memperoleh di atas Rp 400 juta, Suara Merdeka sekitar Rp 350 juta, dan Analisa (Medan) Rp 300 juta. Namun, ada juga koran daerah yang hanya memperoleh Rp 35 juta (Pedoman Rakyat), atau malahan Rp 10 juta (Suara Rakyat). (Foto: Suharman Musa)

Puisi-puisi Nursam di Harian Pedoman Rakyat

Gambar
keterangan gambar: Nursam (kiri) foto bersama Nur Alim Jalil (Redaktur Seni-Budaya Harian Fajar, Makassar)

Puisi-puisi Nursam
(yang pernah dimuat di harian Pedoman rakyat)

Suara Hati Seorang Da’i
[Pedoman Rakyat. Minggu, 3 Februari 2002]

seruan da’wah indah terdengar
membangkitkan hati yang sedang terkapar
sedang saat itu hari telah malam
malam, dimana aku mencari ketenangan alam
namun...
hatiku
jiwaku
dan seluruh jazadku
bertekad mendengar nyanyian da’wah
membesarkan umat lewat da’wah
demi tegaknya asma Allah


Noda dan Dosa
[Pedoman Rakyat. Minggu, 3 Februari 2002]

aku penuh noda
aku masih menampung limbah dosa
hendak kubersihkan
namun apa yang mesti kugunakan?
kucoba dengan sabun keimanan
namun noda itu tetap melekat di dada
kucoba dengan sapu keikhlasan
namun limbah dosa masih menumpuk adanya
kucoba dan tetap kucoba
namun apa hendak dikata
tiada daya aku menghindar
noda dan dosa tetap menyebar

Media Cetak dan Online Harus Dipadukan

Gambar
Era media cetak tampaknya sudah mulai ketinggalan dan tergeser oleh era media online (internet). Perkembangan teknologi komunikasi yang begitu cepat membuat masyarakat lebih mudah mencari dan menemukan informasi melalui media online dibandingkan melalui media cetak. Untuk mengantisipasi kemajuan dan perkembangan tersebut, media cetak harus dipadukan dengan media online. Artinya, perusahaan media cetak (tabloid, koran, dan majalah) harus juga membuat berita versi online, sehingga berita-beritanya selain dapat dibaca melalui media cetak, juga bisa diakses melalui versi online. -- Syamsu Nur -- (Ketua Dewan Kehormatan Daerah PWI Sulsel)

Banyak LSM Tidak Jelas Alamatnya

Gambar
keterangan gambar: Prof Dr Aswanto SH MH

Banyak LSM Tidak Jelas Alamatnya


Oleh : Asnawin

Di Sulawesi Selatan, banyak sekali Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tetapi sebagian di antara LSM tersebut tidak jelas alamatnya. Di Kabupaten Pangkep saja, jumlah LSM tercatat 60 lebih, tetapi sebagian besar tidak jelas di mana alamat kantor atau sekretariatnya.
LSM di daerah ini juga ada yang suka melakukan meneror dan mengancam, kemudian meminta uang. Kalau tidak dibayar, mereka mengancam akan melakukan aksi unjukrasa.
“Mereka itu tidak lebih dari preman yang berbaju LSM,” tandas Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof Dr Aswanto SH MH, pada acara dialog “Coffee Morning” antara Kapolda Sulselbar bersama jajaran Pemprov Sulsel dengan perwakilan LSM dan sejumlah undangan lainnya, di Hotel Clarion Makassar, medio Desember 2008.
Aswanto bukan tampil sebagai pembicara dalam acara yang dipandu Purek III Unhas, Dr Nasaruddin Salam itu, melainkan hanya datang sebagai undangan…

Dosen Harus Punya Pangkat Akademik

Gambar
keterangan gambar: Rahman Rahim SE MM

Dosen Harus Punya Pangkat Akademik

Oleh: Asnawin

Semua dosen harus disertifikasi, baik dosen negeri maupun osen tetap yasayan. Sertifikasi dosen secara nasional diharapkan selesai tahun 2015 bagi 100.000 lebih dosen PNS (pegawai negeri sipil) dan dosen tetap yayasan.
Khusus dosen PNS di Kopertis Wilayah IX Sulawesi, pemerintah memberikan jatah 200-an dosen untuk disertifikasi pada tahun 2009. Kuota atau jatah tersebut akan dibagi kepada seluruh pergutuan tinggi swasta yang terdaftar di Kopertis IX.
“Salah satu syarat untuk disertifikasi yaitu dosen harus memiliki pangkat akademik atau jabatan fungsional dari Dikti Depdiknas,” kata Pembantu Rektor I Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Rahman Rahim SE MM, kepada DEMO’s, di ruang kerjanya, belum lama ini.
Selain itu, dosen harus berkualifikasi magister (S2), telah mengikuti penyesuaian pangkat atau golongan dan penyesuaian dalam jabatan fungsional, serta mengisi fortopolio diri dosen.
Informasi men…

Dulu, Demonstrasi Mahasiswa Didukung Rakyat

Gambar
keterangan gambar: Prof H Halide (tengah). (foto: www.fajar.co.id)

Prof Dr Halide:
Dulu, Demonstrasi Mahasiswa Didukung Rakyat

Oleh: Asnawin

Ada perbedaan antara mahasiswa pada era Orde Lama dan Orde Baru dengan mahasiswa era reformasi dalam hal melakukan aksi demonstrasi.
Mahasiswa yang melakukan demonstrasi pada zaman Orde Lama dan Orde Baru memang murni aksi demonstrasi, yakni turun ke jalan untuk menyalurkan aspirasi dan aksi tersebut mendapat dukungan masyarakat memprotes kebijakan pemerintah.
Sekarang, mahasiswa bukan melakukan aksi demonstrasi, melainkan melakukan tekanan (pressure) kepada pemerintah. Sayangnya, tekanan yang dilakukan mahasiswa juga “salah-salah” karena tidak berhasil.
Lebih ironis lagi, mahasiswa sekarang selalu mengatasnamakan rakyat dan mengaku memperjuangkan hak-hak rakyat, tetapi aksi mereka saat turun ke jalan justru tidak mendapat simpati dan dukungan rakyat, karena mereka mengganggu kepentingan dan hak rakyat.
“Mahasiswa menggugat pemerintah, tetapi masyarakat…

Yang Terpilih Belum Tentu Terbaik

Gambar
Prof Dr A Amiruddin:
Yang Terpilih Belum Tentu Terbaik

Oleh: Asnawin

Demokrasi di era reformasi memang keinginan rakyat, termasuk pemilihan langsung presiden dan wapres, gubernur dan wagub, serta bupati dan wabup. Namun ada yang merisaukan, yaitu yang terpilih tampaknya bukan yang terbaik.
Banyak pemimpin yang tiba-tiba muncul, tetapi tidak jelas bagaimana kualitas dan apa prestasinya. Itu terjadi antara lain karena pengaruh uang.
Orang yang memiliki kapasitas dan kualitas sebagai pemimpin, tetapi tidak punya uang, umumnya tidak punya peluang untuk dipilih. Yang terpilih menjadi pemimpin pemerintahan, justru banyak yang tidak jelas latar belakang pendidikan dan prestasinya.
“Ini merisaukan,” kata mantan Gubernur Sulsel (1983-1993), Prof Dr A Amiruddin, kepada wartawan DEMO’s, Asnawin, dalam sebuah kesempatan berbincang-bincang di Hotel Imperial Aryaduta, Makassar, pertengahan Desember 2008.
Seharusnya ada beberapa persyaratan bagi calon pemimpin pemerintahan, termasuk calon legislator (caleg…

Pemprov Sulsel Gagal dalam Politik Media

Gambar
keterangan gambar: Akob Kadir

Pemprov Sulsel Gagal dalam Politik Media

Oleh: Asnawin

Pemerintah Provinsi Sulsel telah gagal dalam politik media, karena citra Sulawesi Selatan secara nasional tergolong negatif.
Banyaknya pemberitaan mengenai aksi unjukrasa mahasiswa yang ditandai dengan aksi baker ban, tutup jalan, dan bentrok dengan aparat kepolisian, hanyalah salah satu jenis pemberitaan yang diangkat media massa nasional.
“Di tempat lain juga banyak aksi unjukrasa mahasiswa, tetapi berita unjukrasa mahasiswa di Makassar, tampaknya terlalu dibesar-besarkan media, bahkan sering beritanya diulang-ulang dan dijadikan topik khusus di stasiun televisi,” papar Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar (STIEM) Bongaya, Makassar, Drs HM Akob Kadir MSi, kepada DEMO’s, di ruang kerjanya, Senin, 22 Desember 2008.
Seharusnya Pemprov Sulsel melakukan pendekatan dan menjalin hubungan yang baik dengan wartawan dan pemilik media, sehingga pemberitaan mengenai berbagai peristiwa dan dinamika yang terj…

Menpera Undang 17 Perguruan Tinggi

Gambar
keterangan gambar: Rahman Rahim SE MM

Menpera Undang 17 Perguruan Tinggi

Oleh: Asnawin

Kementerian Perumahan Rakyat pada pertengahan Desember 2008 mengundang 17 perguruan tinggi se-Indonesia guna membicarakan model atau format perumahan rakyat yang layak huni.
Perumahan rakyat tersebut nantinya akan dibangun di daerah padat penduduk dengan model rumah susun untuk daerah perkotaan, sedangkan di pedesaan masih akan dicari model yang tepat.
Pembantu Rektor I Universitas Muhammadiyah Makassar, Rahman Rahim SE MM, yang memghadiri pertemuan tersebut kepada DEMO’s mengatakan, perumahan nantinya dibuat dengan dana swadaya masyarakat, namun sebagian dananya juga berasal dari bantuan pemerintah, donator, dan lembaga keuangan.
Pembangunan perumahan rakyat di pedesaan akan disesuaikan dengan kondisi ekonomi, sosial dan budaya masyarakat setempat.
“Keterlibatan perguruan tinggi di sini yaitu melakukan riset mengenai kondisi ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat untuk membuat perumahan rakyat yang layak …

Pengalaman Pahit Kapolda Sulselbar

Gambar
keterangan gambar: Sisno Adiwinoto

Pengalaman Pahit Kapolda Sulselbar

Oleh: Asnawin

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Mungkin pepatah itulah yang menyertai perjalanan hidup Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Drs H Sisno Adiwonoto MM.
Sebelum menjadi Kapolda, Sisno telah mengalami berbagai cobaan dan tantangan selama puluhan tahun mengabdi sebagai aparat kepolisian. Salah satu pengalamannya bahkan boleh dikatakan pahit.
Ketika menjabat Kapolres Jakarta Timur, beberapa tahun silam, Sisno pernah mendapat perintah dari salah seorang Jenderal untuk menahan seseorang, tetapi perintah tersebut tidak dilaksanakan.
“Saya tolak karena tidak cukup unsur untuk menahan,” ungkap Sisno sambil tersenyum dalam suasana santai acara Coffee Morning antara Kapolda Sulselbar bersama jajaran Muspida Tingkat I Sulsel dengan mahasiswa dan wartawan, di Hotel Clarion Makassar, beberapa waktu lalu.
Sang Jenderal, lanjut Sisno, marah besar dengan penolakan…

Pedoman Rakyat Harus Dipailitkan

Gambar
Sebagai mantan wartawan harian Pedoman Rakyat, saya (Asnawin) dan teman-teman pasti berharap ada pesangon, tetapi kelihatannya tidak ada niat baik dari para pemegang saham untuk memberikan pesangon kepada para mantan wartawan dan karyawan. Semoga hak-hak kami tetap kami dapatkan, minimal dengan cara lain dari Allah Yang Maha Mengetahui.

PKS Dinilai Halalkan Segala Cara

Gambar
keterangan gambar: Prof Din Samsudin

PKS Dinilai Halalkan Segala Cara

Banyak cara yang dilakukan partai politik untuk melakukan sosialisasi dan untuk menarik simpati masyarakat, antara lain dengan penayangan iklan di media cetak dan media elektronik.
Partai baru seperti Partai Gerindra misalnya, dapat dengan cepat dikenal dan mendapat simpati masyarakat karena iklannya yang cukup menyentuh masyarakat bawah dan dilakukan terus menerus selama berbulan-bulan.
Namun ternyata tidak semua iklan politik mendapat simpati. Buktinya, iklan politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) justeru mendapat cemoohan dan protes dari berbagai elemen masyarakat.
Iklan politik PKS yang menayangkan beberapa tokoh pahlawan nasional dinilai sebagai penghinaan terhadap tokoh pahlawan dan sekaligus merendahkan martabat pahlawan yang ditayangkan fotonya, karena dilakukan dengan tujuan kampanye politik dan bukan murni untuk mengangkat citra kepahlawanan tokoh yang ditampilkan.
Tokoh pahlawan nasional yang ditayangkan f…

Sulit Melampaui Prestasi Tinggi

Gambar
keterangan gambar: Syaiful Saleh

Sulit Melampaui Prestasi Tinggi

Oleh: Asnawin

Prestasi yang sudah tinggi pasti lebih sulit dilampaui dibanding prestasi yang yang biasa-biasa saja. Itu berlaku dalam segala bidang, baik di olahraga, maupun dalam bidang lain.
Seseorang yang diberi tugas menduduki jabatan tertentu, baik di pemerintahan maupun di lembaga atau instansi swasta, juga akan mengalami hal serupa.
Ia akan merasa lebih ringan melaksanakan tugas jika prestasi pejabat yang digantikannya tergolong biasa-biasa saja, dibandingkan jika ia menggantikan pejabat yang punya prestasi tinggi.
“Kayaknya agak sulit melampaui prestasi tinggi,” kata Ir H Syaiful Saleh MSi, sesaat setelah serahterima Badan Pelaksana Harian Universitas Muhammadiyah Makassar, di Kampus Unismuh, belum lama ini.
Prestasi tinggi yang dimaksudkan yaitu prestasi yang telah ditorehkan KH Djamaluddin Amien selama dua periode menjabat Ketua BPH Unismuh Makassar, yang ditandai dengan semakin banyaknya mahasiswa, dosen, dan karyawa…

Canda Kiyai dan Anggota DPR RI

Gambar
keterangan gambar: Malkan Amin

Canda Kiyai dan Anggota DPR RI

Pertemuan antara Ketua dan anggota Komisi V DPR RI dengan mantan Ketua Muhammadiyah Sulsel, KH Djamaluddin di Makassar, beberapa waktu lalu, sungguh sangat menarik.
Pak Kiyai-sapaan akrab KH Djamaluddi Amien-bertindak sebagai Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, dan bersama-sama dengan Rektor Dr M Irwan Akib MPd, menerima anggota DPR RI di ruang rapat senat.
Kedatangan anggota DPR RI tersebut untuk meninjau pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Unismuh.
Ketika memperkenalkan anggota rombongannya, Ketua Komisi V DPR RI, Ahmad Muqawam, mengatakan ada dua anggotanya yang berasal dari dari pemilihan Sulsel, yakni Malkan Amin dan Abdul Hadi Djamal.
“Pak Hadi Djamal ini orang hebat, tetapi belum bijak seperti bapaknya,” katanya sambil melirik kea rah KH Djamaluddin Amien yang tak lain ayah kandung Abdul Hadi Djamal.
Pernyataan itu langsung disambut tawa peserta pertemuan. Hadi Djama…

Dari Rumah Adat Hingga Danau Tempe

Gambar
keterangan gambar: Danau Tempe disaksikan dari udara.

Mengenal Objek Wisata di Wajo

Dari Rumah Adat Hingga Danau Tempe

Oleh: Asnawin

Tak banyak daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki danau. Maka beruntunglah Kabupaten Wajo karena di wilayahnya terdapat sebuah danau yang diberi nama Danau Tempe.
Keberadaan danau itu secara langsung atau tidak langsung telah dan akan terus menerus mengundang wisatawan untuk berdatangan ke Wajo. Wisatawai itu berasal dari berbagai kabupaten di Sulsel, dari berbagai daerah di Indonesia, serta dari berbagai negara di dunia.
Para wisatawan tersebut tidak semuanya sekadar datang melancong, melainkan juga ada yang datang untuk melakukan penelitian, untuk pulang kampung, serta untuk keperluan lain, misalnya untuk menghadiri kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Wajo.
Selain Danau Tempe, Kabupaten Wajo juga beberapa objek wisata lainnya, seperti agro wisata sutra (perkebunan murbei yang sekaligus tempat memelihara ulat sutra), menyaksikan perempuan Wajo membuat ka…

Jusuf Kalla: ”Ibu Saya Tak Pernah Mengeluh”

Gambar
Jusuf Kalla:
”Ibu Saya Tak Pernah Mengeluh”

Oleh: Asnawin

Wapres Jusuf Kalla (JK) terharu menceritakan kisah almarhumah ibunya, Hj.Athirah Kalla, kepada tim penyusun buku ”Hj.Athirah Kalla, Melangkah dengan Payung” dari Pemuda Muhammadiyah Sulsel, di Istana Wapres Jakarta, belum lama ini.
JK yang tanpa ditemani isteri ataupun stafnya, beberapa kali terdiam dan memandang ke plafon saat bercerita dan saat menjawab pertanyaan tim penyusun buku tentang ibunya.
”Ibu saya itu tidak pernah mengeluh,” ungkapnya kepada tim penyusun buku, Basti Tetteng dan Asnawin, serta Ketum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Izzul Muslimin, Sekum Gunawan, dan Ketum Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulsel, Rachmat Noer.
Athirah Kalla membesarkan 10 anak-anaknya dengan sabar. Di rumahnya yang luas di Jl. Andalas No.2 Makassar, juga banyak keluarganya yang menetap dan disekolahkan.
Rumahnya pun selalu menjadi tempat rapat pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Sulsel, pengurus Aisyiyah Sulsel, pengurus Kesatuan Aksi Mahas…

Pustakawan di Indonesia Terlalu Materialistis

Pustakawan di Indonesia Terlalu Materialistis

Oleh : Asnawin

Tak mudah menjadi pustakawan di Indonesia, karena banyak kendala yang dihadapi dalam menjalankan tugasnya, tetapi seorang pustakawan yang baik tidak boleh pasrah begitu saja dengan berbagai kendala yang dihadapi.
Kenyataannya, pustawakan di Indonesia jalan di tempat, karena terlalu materialistis. Ibarat ikan lumba-lumba di Taman Impian Jaya Ancol Jakarta yang hanya mau melompat setelah diberi makan ikan, pustawakan di Indonesia juga umumnya baru mau bekerja kalau ada honor atau sertifikat yang akan diterimanya.
Pustakawan di Indonesia umumnya juga tidak mengerti dan tidak mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris, sehingga sulit mengakses berbagai informasi dan juga tidak banyak peluangnya untuk berinteraksi dengan pustakawan di berbagai belahan dunia.
Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Perpustakaan BJ Habibie Politeknik Negeri Ujung Pandang, Salmubi Ssos SS MIM, saat tampil sebagai pembicara pada Seminar Internasional Perpust…

Masyarakat Pulau di Makassar Ikut Paket C

Masyarakat Pulau di Makassar Ikut Paket C

Oleh: Asnawin

Perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil cukup besar. Buktinya, pemerintah rela mengeluarkan biaya besar untuk membeli perahu dan mengirim tenaga pengajar (tutor) ke pulau-pulau kecil demi mengajar masyarakat setempat membaca dan menulis.
Di Kota Makassar misalnya. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Non-formal Informal Depdiknas, bekerja sama Lembaga Pusat Kajian Ilmu Teknologi Kelautan (LPK-ITK) Universitas Muhammadiyah Makassar, membuat program kegiatan pendidikan kesetaraan bagi masyarakat di Pulau Kodingareng, Pulau Barrang Lompo, dan Pulau Barrang Caddi.
Masyarakat pada tiga pulau tersebut diikutkan pendidikan kesetaraan Paket C (setara SMA), Paket B (setara SMP), dan Paket A (setara SD). Sasarannya terutama masyarakat yang bukan usia sekolah. Selain diberi pelajaran umum sesuai kurikulum pendidikan, juga diberikan pendidikan keterampilan.
Sekretaris LPK-ITK Unismuh Makassar, Drs A…

Kegiatan Keagamaan Bentengi Pelajar

Kegiatan Keagamaan Bentengi Pelajar

Oleh: Asnawin

Pelajar dan remaja banyak yang terjerumus dalam pergaulan bebas, sehingga tidak sedikit dari mereka yang akhirnya hamil di luar nikah, masuk rumah sakit, termasuk rumah sakit jiwa, masuk penjara, dan juga ada yang tidak bisa lagi diselamatkan jiwanya.
Selain itu, mereka juga terpengaruh dengan berbagai macam godaan perkembangan dan perubahan zaman, sehingga banyak pelajar dan remaja yang menjadi materialistis, penampilannya dan tingkah lakunya tidak lagi menggambarkan sebagai orang timur Asia yang penuh etika, bahkan orangtua dan guru pun tidak lagi dihormati.
Untuk mengarahkan mereka dibutuhkan berbagai macam kegiatan yang bermanfaat, terutama kegiatan keagamaan, karena kegiatan keagamaan dapat membentengi pelajar dan remaja.
Salah satu cara agar para pelajar dan remaja dapat selalu terlibat dalam kegiatan keagamaan yaitu dengan melibatkan diri dalam kegiatan organisasi keagamaan, seperti Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM).
Ketua DPRD Sulsel,…

Dosen Tidak Boleh “Zig-zag”

Dosen Tidak Boleh “Zig-zag”

Oleh: Asnawin

Tantangan yang dihadapi dosen ke depan adalah sertifikasi. Setiap dosen harus berkualifikasi S2 (magister) dan lolos sertifikasi. Dosen tidak diperkenankan mengajarkan mata kuliah tertentu jika tidak mampu memperlihatkan bukti hasil sertifikasinya, supaya diyakini bahwa dosen bersangkutan memang layak mengajarkan mata kuliah tersebut.
“Pintu untuk disertifikasi adalah S2, sehingga kalau ada dosen masih berijazah S1, harus segera melanjutkan kuliahnya, tetapi jangan zig-zag, S1-nya lain, S2-nya lain, S3-nya juga lain, karena kalau zig-zag pasti susah meraih jabatan professor,” tutur Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr HM Basri Wello MA.
Hal tersebut dikemukakan saat memberikan sambutan pada pelantikan empat Pembantu Rektor (Purek) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, belum lama ini.
Dosen diharapkan benar-benar professional dan mendalami bidang ilmunya. Dosen bukan hanya melaksanakan tugas mengajar, melainkan juga harus melakuk…

RAKER KOMISI E BAHAS TUNTUTAN KARYAWAN PEDOMAN RAKYAT

RAKER KOMISI E BAHAS TUNTUTAN KARYAWAN PEDOMAN RAKYAT
Posted : [28/02/2007,06:12:31]

Rapat Kerja Komisi E dengan agenda membahas masalah Tuntutan Karyawan PT. Media Pedoman Jaya Makassar, digelar, Rabu (28/02) di ruang Rapat Panitia (Lanatai II) Gedung Tower DPRD Prov. Sulsel yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi E, Prof. Dr.H. Djalaluddin Rahman, MA didampingi oleh Wakil Ketua Komisi E, Drs.H.Muh. Anas Genda, MM.Ph.D dan Sekretaris Komisi E, H.M. Ruslan, MA serta dihadiri oleh Asisten III Pemprov. Sulsel sekaligus mewakili Gubernur, H. Basrah Hafid, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Sulsel, Kadis Tenaga Kerja Kota Makassar, Ketua PWI Sulsel, Komisaris Utama PT. Media Pedoman Jaya, Wakil Komisaris PT. Media Pedoman Jaya sekaligus mewakili Direktur Utama Media Pedoman Jaya, Said Karim, Perwakilan Karyawan PT. Media Pedoman Jaya dan beberapa tamu lainnya dari Ekskekutif dan PT. Media Pedoman Jaya.


Dalam rapat kerja tersebut, disepakati bahwa masalah yang terjadi antara Direksi d…

Bara' Manusia Kebun

Bara’ Manusia Kebun

Bara’ seorang lelaki berdarah Bugis. Meski begitu, dia tak pernah mengakui garis keturunannya berdarah suku Bugis. Dia lebih senang menyebut dirinya sebagai orang Duri.

Duri adalah sebuah wilayah di kabupaten Enrekang, propinsi Sulawesi Selatan. Letak Duri berada di daerah pedalaman. Sekitar 270 kilometer dari kota Makassar. Atau dapat ditempuh dengan perjalanan darat selama kurang lebih 7 jam.

Kabupaten penghasil sayur mayur itu sendiri, diapit dua kabupaten dan satu provinsi yang mewakili tiga etnis suku terbesar di Sulawesi selatan. Yakni, suku Toraja di Kabupaten Toraja, suku Bugis di kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan Suku Mandar di Provinsi Sulawesi Barat.

Sebelum terbentuk menjadi provinsi, Sulawesi Barat adalah sebuah kabupaten. Wilayah itu dulunya bernama kabupaten Polewali Mamasa, biasanya disingkat Polmas. Dulu, Polmas berada di bawah naungan admisnistrasi pemerintahan provinsi Sulawesi Selatan.

Karena alasan kedaerahan yang membagi beberapa wilayah suk…

Kalla Terbitkan Buku Tentang Ibunya

Kamis, 06-11-2008
Kalla Terbitkan Buku Tentang Ibunya

Wakil Presiden Jusuf Kalla akan meluncurkan buku yang bercerita tentang almarhumah ibunya, Athirah Kalla. Buku berjudul Hj Athirah Kalla Melangkah dengan Payung itu dibuat oleh tim dari Pemuda Muhammadiyah Sulsel.

Saat sesi wawancara dengan tim penyusun buku di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (5/11), Kalla tampak terharu menceritakan kisah perjalanan hidup ibunya. Beberapa kali ia terlihat terdiam dan menatap plafon sebelum menjawab pertanyaan dari tim penyusun buku.

Buku itu disusun oleh Basti Tetteng dan Asnawin. Saat sesi wawancara, tim penyusun buku didampingi oleh Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Pusat Izzul Muslimin, Sekum Gunawan, serta Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulsel Abdul Rachmat Noer. Rencananya, buku itu akan dibagikan pada acara Muktamar Nasyiatul Aisyiah yang akan berlangsung di Makassar 19 November mendatang.

Kalla memulai ceritanya dengan memujinya. "Ibu saya itu tidak pernah mengeluh," ungkap Kall…

Dari Pemburu Berita ke Pemburu Rupiah

Dari Pemburu Berita ke Pemburu Rupiah

Entah spirit apa yang kemudian merasuki diriku, setelah berbicara panjang dengan Nunung malam itu. Karena dua hari setelahnya, aku kemudian membuat keputusan yang mengejutkan keluargaku: aku meninggalkan pekerjaanku di dunia jurnalistik dan total menggeluti dunia bisnis.

Tak mudah memang. Karena sudah sepuluh tahun terakhir, karakter dan kemampuanku, terbentuk dan teruji di bidang jurnalisme. Aku sudah bekerja di berbagai jenis media massa, mengikuti nyaris ratusan pelatihan pemberitaan dan penulisan, mengenal banyak orang, menjelajah banyak tempat, bahkan hampir menyerahkan nyawa saat bertugas di kerusuhan Ambon demi kebangganku pada dunia yang kugeluti itu.

Bukan waktu yang singkat untuk bisa serta merta meninggalkannya. Tapi itulah keputusan. Dan itulah aku: seorang laki-laki yang selalu tidak konsisten, tapi lebih selalu keras pada hal-hal yang prinsipil. Termasuk soal pilihan jalan hidup.

Banyak kawan yang menyesalkan. Banyak kenalan yang bertan…

Lagi, Karyawan PR Datangi Disnaker

Lagi,Karyawan PR Datangi Disnaker

Thursday, 04 December 2008

MAKASSAR(SINDO) – Ke sekian kalinya karyawan Harian Pedoman Rakyat (PR) berunjuk rasa di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Makassar,Jalan AP Pettarani,kemarin.

Mereka menuntut Disnaker memfasilitasi membayarkan seluruh hak-hak karyawan yang belum terbayarkan sejak akhir 2006 lalu hingga sekarang oleh Direktur Utama PT Media Pedoman Jaya Vintce Manuhua.

Perwakilan karyawan Asnawin mengungkapkan, kedatangannya kali ini mempertanyakan nasib puluhan karyawan surat kabar yang terbit di Makassar sejak 1 Maret 1947 itu. “Kami meminta kejelasan apakah PR akan ditutup atau tetap lanjut karena selama ini belum ada kejelasan status nasib kami,”ujar mantan Redaktur PR ini.

Sepanjang tidak ada kejelasan status perusahaan tempatnya bekerja ditutup atau tidak,berarti seluruh hak-hak karyawan hingga saat ini menjadi tanggungan PT Media Pedoman Jaya.“Kami sudah bosan mendengar janji-janji tetapi hingga saat ini (Kamis, 4/12) belum ada realisas…

Charles Darwin “Curi” Ide Alfred Russel Wallace

Gambar
Charles Darwin “Curi” Ide Alfred Russel Wallace

Oleh : Asnawin

Charles Robert Darwin (12 Februari 1809 – 19 April 1882) boleh termakhsyur namanya sebagai penemu teori evolusi. Namun kalau mau jujur, bukan Darwin yang pertama kali menemukan teori tersebut, melainkan Alfred Russel Wallace. Malah tidak sedikit ilmuan dan sejarawan yang menganggap Charles Darwin telah mencuri ide Alfred Russel Wallace.
Charles Darwin lahir pada tahun 1809 atau 14 tahun lebih tua dibanding Alfred Russel Wallace. Darwin sudah mapan sebagai bagian dari masyarakat ilmiah Inggris. Ia kaya raya dengan rumah besar di Kent.
Dengan kapal H.M.S. Beagle, Charles Darwin melakukan pelayarannya yang terkenal ke Kepulauan Galapagos. Ia sudah 20 tahun memikirkan teori yang dapat menjelaskan misteri keunikan makhluk hidup di kepulauan itu.
Ya, Charles Darwin telah cukup lama memikirkan terjadinya perubahan spesies makhluk hidup. Ketika masih melakukan analisa dan penelitian, tiba-tiba datang surat dari Ternate…