Pos

Menampilkan pos dari Juli, 2008

Soppeng Raih Piagam Adipura 2008

Soetomo : Adipura Bukan Tujuan Akhir

-Soppeng Raih Piagam Adipura 2008

Kemenangan bukanlah tujuan akhir. Merebut Piala Adipura yang merupakan lambang kebersihan kota dan kabupaten di Indonesia, juga bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bersama-sama pemerintah menciptakan lingkungan yang bersih, indah, nyaman, dan asri.

Keberhasilan suatu daerah merebut Piala atau Piagam Adipura pada Lomba Bangun Praja, patut disyukuri sebagai buah hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat, tetapi kesyukuran itu bukan hanya diucapkan, tetapi disertai dengan tindakan, yakni dengan bersama-sama menjaga kebersihan dan keindahan.

Pernyataan itu diungkapkan Bupati Soppeng, Andi Soetomo, pada acara Syukuran Atas Penganugrahan Piagam Adipura, di Baruga Rumah Jabatan Bupati Soppeng, 7 Juni 2008.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Andi Sarimin Saransi, Ketua DPRD Soppeng, Kaswadi Razak, Sekkab H.M. Natsir Husain MSi, Kadis Kebersihan dan Pertamanan, Drs. A. Mamma Ule…

“Lovely December” Pancing Wisman ke Sulsel

“Lovely December” Pancing Wisman ke Sulsel

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulsel sejak peristiwa Bom Bali beberapa tahun silam, turut mengalami penurunan.

Namun dengan berbagai upaya yang dilakukan, baik oleh Pemerintah Provinsi Sulsel dan pemerintah kabupaten/kota se-Sulsel, maupun oleh masyarakat, khususnya yang bergerak di industri pariwisata, jumlah kunjungan wisman kembali mengalami peningkatan.

Tahun 2008 ini, Pemprov Sulsel menargetkan jumlah kunjungan wisman sebesar 28.000 kunjungan. Jumlah tersebut bisa dilampaui jika dan mencapai angka 30.000-an kunjungan, kalau penerbangan langsung dari luar negeri ke Bandara Hasanuddin Makassar dapat direalisasikan dan “travel warning” oleh Amerika Serikat dicabut.

Untuk memancing wisman berkunjung ke Sulsel, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sulsel telah mencanangkan program “Lovely December.”

“Ini adalah gagasan Bapak Gubernur Sulawesi Selatan,” ungkap Kadisbudpar Sulsel, Drs Ama Saing MSi, kepada wartaw…

Ama Saing : Pariwisata adalah Jembatannya

Dari Semiloka di Hotel Clarion Makassar
Pariwisata adalah Jembatannya

Peningkatan kerjasama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Afrika Selatan, khususnya kerjasama pariwisata antara Pemprov Sulsel dengan Western Cape (Afrika Selatan) terus menerus diupayakan.

Bidang kerjasama yang telah disepakati antara lain kebudayaan, pendidikan dan latihan (training), pariwisata, serta perdagangan dan industri.

Khusus kerjasama bidang pariwisata, meliputi meliputi empat hal, yakni promosi bersama, paket wisata, pertukaran training, serta kunjungan wisata.

Kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu berpartisipasi pada TIME 2006 di Makassar, serta kunjungan wisata ke Sulawesi Selatan oleh rombongan delegasi Western Cape sebanyak tiga kali, sedangkan kegiatan yang akan dilaksanakan yakni pertukaran training, menempati outlet promosi wisata bersama, saler mission, serta farm trip.

Hal tersebut diungkapkan Ir H Tan Malaka Guntur MSi, yang mewakili Gubernur Sulsel, saat tampil sebagai salah seorang pemakal…

Tiga Purek Baru di UNM

Tiga Purek Baru di UNM

Setiap pemimpin memiliki visi dan misi tersendiri dalam menjalankan amanah yang diembannya. Setiap pemimpin pasti punya pengetahuan dan wawasan tentang tugas dan tanggung jawabnya. Setiap pemimpin juga biasanya punya gaya tersendiri dalam memimpin, serta dalam memilih pembantu-pembantunya.

Maka ketika Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Dr Arismunandar hanya mempertahankan salah seorang dari empat mantan Pembantu Rektor (Purek) dalam kabinet rector sebelumnya, Prof Dr HM Idris Arief MS, itulah keputusan yang terbaik menurut visi dan misinya, menurut pengetahuan dan wawasannya, serta menurut daya dan seleranya.

Arismunandar yang sebelumnya menjabat Purek II, memilih kembali rekannya, Prof Dr Hamsu Abdul Gani dari Fakultas Teknik,sebagai Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan.

Jabatan Purek I Bidang Akademik, dipercayakan kepada Prof Sofyan Salam MA PhD yang sebelumnya menjabat Direktur Program Pascasarjana (PPs) UNM, sedangkan Purek II Bidang Administrasi…

Alumni AMI “Laris Manis”

Alumni AMI “Laris Manis”

Permintaan tenaga kerja Ahli Madya Kemaritiman (A.Md.Mar) kini terus mengalir, sehingga alumni AMI Veteran Makassar dapat dikatakan “laris manis” bak kacang goreng.

“Hampir setiap minggu ada permintaan tenaga ahli madya kemaritiman. Mereka meminta kepada kami menginformasikan kalau masih ada alumni AMI Veteran Makassar yang belum bekerja atau sedang tidak bekerja,” papar Direktur AMI Veteran Makassar, Arifin H A Majid SE MT, kepada “Demos” di ruang kerjanya, belum lama ini.

AMI Veteran Makassar kini membuka tiga program studi, yakni program studi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga (KPN), program studi Nautika, serta program studi Teknika.

Alumni program studi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga (KPN) akan mendapatkan ijazah Ahli Madya Kemaritiman (A.Md), alumni program studi Nautika akan mendapatkan dua ijazah yakni Ahli Madya Nautika (A.Md)/Strata “A” dan Ahli Madya Tingkat III (ANT-III) berlaku internasional, sedangkan alumni program studi Teknika juga mendapatkan dua …

Alumni AMI Veteran Makassar Mahir Komputer dan Bahasa Inggris

AMI Veteran Makassar:
Alumni Mahir Komputer dan Bahasa Inggris

Agar bisa bersaing dengan alumni dari berbagai perguruan tinggi sejenis, Akademi Maritim Veteran Republik Indonesia (AMI Veteran) Makassar melakukan berbagai terobosan. Salah satu terobosan tersebut yaitu mewajibkan para taruna dan taruninya mengikuti program belajar komputer dan bahasa Inggris.

Dengan demikian, setelah mengikuti perkuliahan dan praktek laut (Prala) selama sekitar tiga tahun, para alumni AMI Veteran otomatis mahir menggunakan komputer dan berbahasa Inggris.

“Penguasaan komputer dan bahasa Inggris kini sudah menjadi kebutuhan. Dengan begitu, alumni kami selain menguasai jurusan yang ditekuni, juga punya keterampilan tambahan, yakni komputer dan bahasa Inggris,” tutur Direktur AMI Veteran Makassar, Arifin H A Majid SE MT, kepada “Demos” di ruang kerjanya, belum lama ini.

Untuk menunjang program penguasaan kedua bidang keterampilan tersebut, AMI Veteran yang berdiri sejak 23 September 1963 dan telah menelurkan sek…

Irwan Akib Tetap Rektor Unismuh

Irwan Akib Tetap Rektor Unismuh

Teka teki tentang siapa yang akan menjabat Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar empat tahun ke depan, terjawab sudah pada acara pemilihan rektor Sabtu, 12 Juli 2008. Dr M Irwan Akib MPd, tetap menjabat rektor setelah uggul mutlak 16 berbanding 6 atas lawan terberatnya, HM Ikram Idrus SE MM.

Dalam rapat senat yang diikuti 23 anggota senat itu, juga maju dua kandidat rektor lainnya, yakni Burhanuddin (Dekan Fakultas Agama Islam) yang tidak mendapatkan suara, serta DR Lukman Hakim dari Fisip yang memperoleh satu suara.

“Pak Rektor terpilih kembali,” jelas Humas Unismuh Makassar, Wahab Saleh, kepada “Demos” seusai pemilihan.

Dari empat calon rektor tersebut, katanya, hanya Lukman Hakim yang bukan anggota senat.

“Karena pak Lukman bukan anggota senat, berarti dia tidak punya hak memilih, tetapi ternyata ada satu suaranya, sedangkan pak Burhanuddin yang anggota senat justru tidak mendapatkan suara,” papar Wahab.

Irwan Akib adalah pria kelahiran di Kot…

Parpol Peserta Pemilu 2009

PARTAI POLITIK PESERTA PEMILU 2009

1. Partai Hati Nurani Rakyat
2. Partai Karya Peduli Bangsa
3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
4. Partai Peduli Rakyat Nasional
5. Partai Gerakan Indonesia Raya
6. Partai Barisan Nasional
7. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
8. Partai Keadilan Sejahtera
9. Partai Amanat Nasional
10. Partai Perjuangan Indonesia Baru
11. Partai Kedaulatan
12. Partai Persatuan Daerah
13. Partai Kebangkitan Bangsa
14. Partai Pemuda Indonesia
15. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme
16. Partai Demokrasi Pembaruan
17. Partai Karya Perjuangan
18. Partai Matahari Bangsa
19. Partai Penegak Demokrasi Indonesia
20. Partai Demokrasi Kebangsaan
21. Partai Republik Nusantara
22. Partai Pelopor
23. Partai Golongan Karya
24. Partai Persatuan Pembangunan
25. Partai Damai Sejahtera
26. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia
27. Partai Bulan Bintang
28. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
29. Partai Bintang Reformasi
30. Partai Patriot
31. Partai Demokrat
32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia
33. P…

Pemilu 2009 Diikuti 34 Parpol

Pemilu 2009 Diikuti 34 Parpol

Jumlah partai politik yang mengikuti Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 dipastikan bertambah dibandingkan Pemilu 2004, yakni dari 24 menjadi 34 peserta. Selain 34 parpol nasional tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga mengumumkan 6 Partai Politik Lokal yang lulus verifikasi faktual di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Demikian Keputusan KPU di Gedung KPU Jl. Imam Bonjol 29, Jakarta, Senin, 7 Juli 2008 malam, seperti dilansir situs resmi KPU, www.kpu.go.id.

Dari 34 nama parpol yang dibacakan Ketua KPU, Prof Dr HA Hafiz Anshary AZ, 16 Parpol di antaranya adalah parpol peserta Pemilu 2004 yang memenuhi ketentuan pasal 315 dan 316 huruf d Undang-Undang Nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Sedangkan 18 parpol lainnya adalah Parpol baru yang lulus verifikasi administrasi dan faktual di tingkat Provinsi dan kabupaten/kota.

Setelah ditetapkan sebagai peserta pemilu 2009, KPU mengundi nomor urut Parpol pada Rabu 9 Juli, dan hasil pengundi…

Parpol dan Politisi Tidak Membina Budaya

Gambar
Prof Dr Abu Hamid :
Parpol dan Politisi Tidak Membina Budaya

Partai politik yang lolos menjadi peserta Pemilu 2009 (34 parpol) pada umumnya tidak jelas identitasnya. Ada beberapa parpol yang hampir sama saja idenya. Pertanyaannya, apa sesungguhnya yang ingin dicari, ingin diterapkan, dan ingin dibangun.
“Jawaban paling simpel adalah mereka semata-mata mencari kekuasaan dan jabatan,” kata antropolog dari Universitas Hasanuddin, Prof Dr H Abu Hamid, dalam bincang-bincang dengan “Demos” di Makassar, belum lama ini.
Parpol dan para politisi seharusnya membina budaya, mempertahankan nilai-nilai kebudayaan, mengembangkan kebudayaan, tetapi yang terjadi justru sebaliknya, parpol dan politisi tidak membina budaya. Budaya yang tumbuh di tengah masyarakat adalah budaya ingin menggapai kekuasaan dan ingin mencari jabatan.
“Kebudayaan merasakan diri dikendarai saja oleh kekuasaan. Seharusnya kekuasaan harus mengambil alih nilai-nilai budaya dalam menjalankan kekuasaan dan parpol,” tutur Abu H…